Monday 31st of August 2026
×

HEBOH! 3 Warga Meninggal dalam Insiden Terkait Sound Horeg di Jatim Selama Agustus 2026

HEBOH! 3 Warga Meninggal dalam Insiden Terkait Sound Horeg di Jatim Selama Agustus 2026

--

ASCOMAXX.com – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai insiden sound horeg selama Agutus 2026 di Jawa Timur yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terbarunya!

Rangkaian karnaval yang menggunakan sound horeg di sejumlah wilayah Jawa Timur kembali menjadi sorotan. Sepanjang Agustus 2026, tercatat tiga orang meninggal dunia dalam insiden yang berkaitan dengan gelaran maupun perangkat sound horeg. Ketiga korban berasal dari Jember dan Banyuwangi, dengan latar belakang kejadian yang berbeda.


Korban pertama adalah SN (29), seorang kru sound horeg di Jember. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (2/8/2026) ketika korban berada di atas truk yang membawa perangkat sound system dalam perjalanan pulang seusai mengikuti karnaval di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji. Korban yang diduga tertidur kemudian mengalami benturan kepala dengan gapura pembatas saat kendaraan melintas di Jalan Krasak, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa.

Baca juga: Krisjiana Baharudin Dituding Selingkuh, Siti Badriah Pilih Jawab Santai Lewat Momen Bersama Suami

Baca juga: VIRAL! Video Nasabah Menangis Usai Isi Safety Box Bank MNC Hilang, Penyelidikan Masih Berlangsung

Komandan Regu 1 Unit Gakkum Satlantas Polres Jember, Aiptu Hasan Basri, menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi ketika kendaraan melewati bagian bawah gapura. Benturan itu menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga akhirnya meninggal dunia.

“Kejadiannya hari Minggu (2/8), saat kendaraan melintas di bawah gapura pembatas desa,” kata Hasan. 

Kematian kedua terjadi di Banyuwangi dan menimpa Bonari (44), warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran. Bonari meninggal saat mengikuti parade sound horeg dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI pada Minggu (23/8/2026). Ia diketahui berjalan mengikuti rombongan sebelum tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan jatuh setelah menempuh sekitar satu kilometer dari titik awal.

Menurut Camat Pesanggaran Didik Eko Wahyudi, Bonari sebelumnya sempat mengonsumsi minuman keras jenis arak sebelum mengikuti karnaval. Peserta dan petugas kemudian membawa korban ke Puskesmas Pesanggaran untuk memperoleh pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan parade sound horeg akhirnya dihentikan sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Bilal Hasan Ungkap Tekanan yang Dihadapi Jelang Debut di UFC Shanghai Flyweight : 'Ini Panggung yang Besar'

Baca juga: Ini Dia Update BitTV 2.1.7 Obsidian Sfile Mobi Terbaru! Fitur Makin Gacor Nontonmu Makin Nyaman

Kasus ketiga terjadi di Jember pada Sabtu (29/8/2026). Slamet Timbang (57), warga Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, meninggal setelah tertimpa kanopi dan tembok sebuah apotek. Saat kejadian, Slamet sedang menunggu istrinya yang membeli obat ketika bangunan tersebut tiba-tiba ambruk.

Seorang warga setempat bernama Ulum menggambarkan situasi saat kejadian. Warga bersama aparat kemudian melakukan evakuasi terhadap korban.

“Korban pas menunggu istrinya beli obat. Tidak selang berapa saat ada suara keras dan korban sudah tersungkur tertimpa tembok. Kondisinya meninggal di tempat,” kata Ulum. 

Ulum menyebut kondisi bangunan yang sudah tua diduga menjadi salah satu faktor runtuhnya tembok dan kanopi. Namun, getaran dari aktivitas pengecekan sound system yang dilakukan sehari sebelumnya juga disebut-sebut berpotensi memperparah kondisi struktur bangunan.

“Bangunannya sepertinya sudah tua. Kemungkinan juga karena getaran suara cek sound yang sangat keras semalam, jadi bangunannya retak lalu ambruk hari ini,” tandas Ulum.

Baca juga: Siapa Melva Pardede Ojol? Viral Usai Tertangkap Kamera Tengah Mengamuk ke Massa Aksi Demo Pati

Baca juga: Pegawai Indomaret Viral Lylia Coolmax Durasi 7 Menit, Buruan Download Sebelum Dihapus Admin!

Rangkaian kejadian tersebut kembali menyoroti aspek keselamatan dalam penyelenggaraan karnaval yang menggunakan sound horeg. Selain memastikan perangkat dan kendaraan aman, penyelenggara juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar serta keselamatan masyarakat yang berada di sepanjang jalur acara.

Dengan tiga korban meninggal sepanjang Agustus, insiden tersebut menjadi catatan serius bagi pelaksanaan karnaval sound horeg di Jawa Timur. Peristiwa yang menimpa kru, peserta, hingga warga yang berada di sekitar lokasi menunjukkan bahwa aspek keamanan perlu menjadi perhatian utama dalam setiap penyelenggaraan kegiatan serupa.

Itu dia informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST