Wednesday 26th of August 2026
×

Tampang dan Identitas Napi Kasus Pembunuhan Lapas Ambon yang Kabur, Panjat Pagar Kelabuhi Petugas!

Tampang dan Identitas Napi Kasus Pembunuhan Lapas Ambon yang Kabur, Panjat Pagar Kelabuhi Petugas!

--

ASCOMAXX.com - Seorang narapidana bernama Imanuel Birahy telah melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon, Maluku. Terpidana kasus pembunuhan ini kabur setelah menjebol langit-langit dan memanjat tembok menggunakan tali darurat yang dibuat dari sambungan kain sarung.

Baca juga: Identitas Bandar Pemasok Narkoba ke Revaldo Terungkap, Polisis Akan Lakukan Penyelidikan!


Baca juga: Intip Spesifikasi Realme P4s 5G yang Sudah Rilis di India, Segini Prediksi Harganya Pas Masuk Pasaran Indonesia Nanti

Pihak Lapas Kelas IIA Ambon merilis foto Imanuel setelah pelariannya diketahui pada hari Minggu (23 Agustus 2026) pukul 04.30 WIT.

Dalam foto yang dilansir dari detikcom tersebut, Imanuel terlihat mengenakan kaus berkerah warna biru. Bagian lengan dan kerah kaus memiliki aksen garis putih, serta terdapat logo lapas di bagian dada sebelah kiri.

Ia tampak memiliki ekspresi wajah yang tegas dan potongan rambut sangat pendek (cepak). Foto tersebut memperlihatkan dirinya sedang berdiri di dalam fasilitas Lapas Kelas IIA dengan latar belakang papan pengukur tinggi badan.

Sumarwoto Hendra Budiman, Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, menyatakan bahwa narapidana tersebut kabur dengan cara menjebol langit-langit Sel 1 di Blok Merpati. Imanuel kemudian menggunakan sambungan kain sarung untuk memanjat tembok pembatas antara Pos Penjagaan 1 dan Pos Penjagaan 2.

"Imanuel memanfaatkan kain sarung yang disambung untuk melewati tembok pembatas antara pos dan berhasil kabur," ujar Sumarwoto Hendra Budiman kepada wartawan pada Selasa (25 Agustus 2026).

Baca juga: Rekaman CCTV Asli Video ASN Pemprov Sumbar Ditonton Jutaan Orang, Ternyata Ini Bukan Kali Pertama

Baca juga: Huawei Nova 16 SE Harga dan Spesifikasi, Kapasitas Baterai 8.500 mAh Bisa Awet 2 Hari Tanpa Charge

Sumarwoto mengungkapkan bahwa narapidana—yang divonis atas kasus pembunuhan—memanfaatkan kondisi minimnya penerangan akibat pemadaman listrik serta terbatasnya jumlah petugas yang berjaga.

"Selain listrik, terdapat juga kosongnya Pos Menara Atas 2 karena keterbatasan personel, sehingga pengawasan di area perimeter tidak optimal," jelasnya.

Setelah mengetahui adanya pelarian tersebut, pihak lapas segera mengaktifkan prosedur darurat dan petugas langsung melakukan pengejaran.

"Kami langsung mengaktifkan prosedur darurat standar secara cepat dan terukur. Begitu insiden ini terkonfirmasi, kami langsung mengambil tindakan cepat dan tegas," jelasnya.

"Tindakan itu, di antaranya melakukan penyisiran, pencarian di sekitar area dalam dan luar Lapas Kelas IIA Ambon. Selanjutnya membentuk tim pencari khusus yang disebar pada pada titik-titik yang dicurigai sebagai tempat tujuan pelariannya," lanjutnya.

Baca juga: Identitas Bandar Pemasok Narkoba ke Revaldo Terungkap, Polisis Akan Lakukan Penyelidikan!

Baca juga: Huawei Nova 16 SE Harga dan Spesifikasi, Kapasitas Baterai 8.500 mAh Bisa Awet 2 Hari Tanpa Charge

Sumarwoto menambahkan bahwa mereka juga mengumpulkan keterangan awal dari petugas yang sedang bertugas dan warga binaan lainnya, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan rekaman CCTV.

"Memeriksa area sekitar rekaman CCTV dan berkoordinasi kepada pihak aparatur penegak hukum maupun Dinas Perhubungan (Dishub), pihak Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dan pihak Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP)," tambahnya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST