42 Desa di Pandeglang Alami Kekeringan Selama 5 Bulan Tercatat 24 Ribu Warga Tak Dapat Akses Air Bersih
--
ASCOMAXX.com – Langsung saja simak artikel dibawah ini kami akan membagikan informasi terkait dengan kekeringan di Pandeglang yang sudah kami siapkan khusus untuk kamu!
Musim kemarau berkepanjangan membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Kondisi ini berdampak pada puluhan ribu warga yang harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, kekeringan juga membuat sebagian warga terpaksa menggunakan air dengan kondisi yang kurang layak.
Baca juga: Cara Ubah Desil yang Tidak Sesuai Lewat HP, Tinggal Unduh Aplikasinya Cuma Butuh 1 Menit
42 Desa di Pandeglang Alami Kekeringan Selama 5 Bulan
Dilansir dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang per 21 Agustus 2026, sekitar 24 ribu jiwa atau 6.300 kepala keluarga (KK) di 42 desa yang tersebar pada 15 kecamatan terdampak kekeringan. Pemerintah Kabupaten Pandeglang kemudian melakukan penyaluran air bersih secara bertahap ke sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.
Kepala Pelaksana BPBD-PK Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengatakan hingga saat itu pemerintah daerah telah mendistribusikan sekitar 313 ribu liter air bersih. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama sumber air warga mengalami penurunan akibat kemarau.
Krisis tersebut salah satunya dirasakan warga Kampung Cisampih, Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong. Kekeringan disebut telah berlangsung sekitar lima bulan dan membuat sumur-sumur warga mengering. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan warga memperoleh air untuk minum, tetapi juga menghambat kegiatan seperti mandi, mencuci pakaian, mencuci peralatan makan, dan membersihkan rumah.
24 Ribu Warga Tak Dapat Akses Air Bersih
Warga setempat, Eli (43), mengatakan keluarganya terpaksa menggunakan air selokan yang keruh untuk mencuci dan membersihkan rumah. Untuk kebutuhan minum, ia mengandalkan air dari tetangga. Menurut Eli, bantuan air bersih yang diterima warga juga belum datang secara rutin. Sejauh ini, Kampung Cisampih baru mendapat satu kali bantuan dari Kapolres Pandeglang.
Penggunaan air selokan juga dilakukan untuk mandi. Eli mengaku kulitnya terkadang terasa gatal setelah menggunakan air tersebut. Warga lain, Ujang Udiyana (52), mengatakan air selokan menjadi pilihan karena sumur warga telah mengering. Namun, kualitas air tersebut juga menjadi persoalan karena alirannya melewati permukiman dan tercampur limbah rumah tangga serta sampah.
Baca juga: HEBOH! Tarif Parkir Mobil Tembus Rp60 Ribu, Pramono Bantah dan Tegaskan Belum Tetapkan Angka
Di tengah kondisi itu, distribusi bantuan air terus dilakukan pemerintah. Data BPBD-PK hingga 22 Agustus mencatat sebanyak 329 ribu liter air telah disalurkan kepada 25.962 jiwa atau 7.078 KK di 44 desa pada 15 kecamatan melalui 66 kali pengiriman menggunakan kendaraan tangki.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD-PK Pandeglang, Lilis Sulistiyati, mengatakan penyaluran dilakukan berdasarkan laporan serta kebutuhan masing-masing wilayah. Distribusi telah berlangsung sejak Juni dan terus diperluas hingga Agustus, termasuk ke Desa Weru, Kecamatan Sukaresmi, yang menerima 8.000 liter air untuk sekitar 120 KK atau 500 jiwa pada 22 Agustus.
Pemerintah daerah mengimbau warga menggunakan bantuan air secara bijak selama kemarau masih berlangsung. Sementara itu, penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah terdampak.
Demikianlah informasi mengenai berita yang tengah viral diantara masyarakat tanah air ini. Jadi Pastikan kamu mengikuti kami untuk terus mendapatkan informasi terupdate!