Dahsyatnya Kebakaran Kampung Adat Sade, Naskah Kuno Sasak Ikut Musnah
--
ASCOMAXX.com – Pada artikel berikut ini akan berbagi informasi mengenai kebakaran hebat di Desa Sasak Sade yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terkini!
Kebakaran besar yang melanda Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak hanya menghancurkan rumah warga. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam (22/8/2026) tersebut juga menyebabkan sejumlah warisan budaya, termasuk naskah kuno masyarakat Sasak, ikut terbakar.
Kampung Adat Sade selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang masih mempertahankan kehidupan tradisional Suku Sasak. Kebakaran membuat sebagian besar permukiman adat tersebut berubah menjadi puing. Data sementara menyebut sekitar 129 rumah terdampak, sementara ratusan warga harus menghadapi kehilangan tempat tinggal.
Baca juga: Di Tengah Ekonomi Sulit, Anggaran Rp4,1 Miliar untuk Mobil Golf di 4 Kementerian Jadi Sorotan
Salah satu kerugian terbesar dari musibah tersebut adalah hilangnya naskah lontar kuno yang selama ini disimpan dan digunakan masyarakat dalam berbagai kegiatan adat. Naskah tersebut memiliki nilai penting karena menjadi bagian dari peninggalan pengetahuan dan tradisi masyarakat Sasak yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Naskah lontar yang terbakar antara lain berkaitan dengan warisan sastra dan budaya masyarakat Sasak. Sebagian naskah disebut masih berhasil diselamatkan, tetapi sejumlah lainnya mengalami kerusakan akibat kobaran api. Kehilangan tersebut menjadi pukulan tersendiri karena naskah kuno tidak mudah digantikan dengan benda baru.
Kebakaran juga menghanguskan berbagai bangunan khas Sade yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas kawasan tersebut. Material seperti kayu, bambu, anyaman, serta atap berbahan ilalang membuat api cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya, terlebih ketika angin bertiup kencang.
Baca juga: Kemenhan Klarifikasi Polemik Lepas Hijab di Unhan, Tegaskan Kadet Muslim Tetap Boleh Berjilbab
Baca juga: Lolos Seleksi Kedokteran Unhan, Calon Kadet Putri Pilih Mundur Usai Dilarang Gunakan Hijab
Warga Amaq Emi mengatakan api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
"Dari sana. Kemungkinan dari dapur atau listrik yang korslet, lalu api menyala," ujarnya saat berada di lokasi kebakaran.
Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan dari sisi kehilangan tempat tinggal, tetapi juga menyentuh kehidupan ekonomi dan budaya masyarakat. Rumah adat, tempat penyimpanan barang, kain tenun, serta berbagai benda yang berkaitan dengan aktivitas warga turut menjadi korban dalam musibah tersebut.
Pemerintah kemudian mulai melakukan pendataan terhadap kerusakan dan menyusun langkah pemulihan. Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan NTB disebut menyiapkan sejumlah langkah, termasuk pemulihan bangunan tradisional, peningkatan fasilitas pencegahan kebakaran, bantuan alat tenun, hingga upaya membuat duplikasi naskah kuno yang hilang atau rusak.
Baca juga: Gubernur Kalsel Klarifikasi Isu Haji Isam Jadi Ketua Penanganan Karhutla
Upaya pemulihan tersebut menjadi penting karena Kampung Adat Sade bukan sekadar kawasan permukiman atau destinasi wisata. Tempat ini merupakan ruang hidup masyarakat Sasak sekaligus salah satu lokasi yang mempertahankan berbagai tradisi, arsitektur, dan peninggalan budaya secara turun-temurun.
Musibah kebakaran akhirnya meninggalkan pekerjaan besar untuk mengembalikan kehidupan masyarakat Sade sekaligus menjaga warisan budayanya. Selain membangun kembali rumah dan fasilitas warga, penyelamatan serta pendokumentasian peninggalan budaya menjadi bagian penting agar jejak sejarah masyarakat Sasak tidak ikut hilang bersama bangunan yang terbakar.
Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!