Thursday 23rd of July 2026
×

Modus Rangkap Jabatan, Eks Dirut KBS Choirul Anwar Tega Korupsi Dana Pakan Hewan Rp7,4 M di Rekening

Modus Rangkap Jabatan, Eks Dirut KBS Choirul Anwar Tega Korupsi Dana Pakan Hewan Rp7,4 M di Rekening

--

Minimnya fungsi pengawasan dan kontrol anggaran akibat rangkap jabatan ini dimanfaatkan tersangka untuk menginstruksikan staf keuangan mencairkan kas daerah secara berkala. Demi menutupi aksinya, tersangka kemudian membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) fiktif seolah-olah dana tersebut habis terserap untuk keperluan operasional.

Bukti Kuat Manipulasi Dana

Penahanan tersebut dilakukan pada 21 Juli 2026 setelah tim penyidik menemukan bukti kuat manipulasi dana operasional, termasuk pemotongan anggaran pakan satwa yang berakibat pada penurunan kualitas perawatan hewan di kebun binatang tersebut.


Selama memimpin, Choirul Anwar diketahui merangkap tiga jabatan manajerial kunci sekaligus, yakni sebagai Direktur Utama, Direktur Operasional, dan Direktur Keuangan. Hal ini memudahkannya mengendalikan anggaran tanpa pengawasan ketat.

Baca juga: Congrats! Akhirnya Iben MA Lamar Natasha Abigeyl Usai 11 Tahun Pacaran, Acara Nikahan Dinantikan Netizen

Baca juga: Siapa dr. Nevi Rizal? Sosok Pejabat Gayo Lues yang Jadi Sorotan Usai Konten Flexing Anaknya Viral, Ternyata Segini Total Kekayaannya

Baca juga: Jadi Sorotan! Eriska Nakesya Mantan Istri Young Lex Hamil Lagi, Begini Tanggapan Sang Rapper Usai Dicecar Netizen

Tersangka memerintahkan staf bagian keuangan untuk mencairkan dana kas, lalu menyusun Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) fiktif seolah-olah dana tersebut benar-benar terserap untuk kebutuhan operasional satwa. Dari total taksiran kerugian negara sebesar Rp10,2 miliar hasil audit BPKP Jatim, sebanyak Rp7,4 miliar diduga kuat mengalir langsung ke rekening pribadi tersangka untuk memenuhi kebutuhan personalnya.

Penyelewengan dana ini berdampak fatal pada kondisi Kebun Binatang Surabaya. Anggaran pakan yang dipangkas membuat banyak satwa kurus, kurang gizi, sakit-sakitan, bahkan cenderung mati. Selain itu, area fasilitas umum menjadi kotor, rusak, dan pembangunannya mandeg. 

Source:

Update Terbaru

RELATED POST