Siapa Ginka Febriyanti? Profil Komisaris Pertamina yang Baru, Dulunya Relawan Prabowo - Gibran!
--
Namun, nama Ginka Febriyanti Ginting juga muncul dalam laporan Komisi Pencari Fakta (KPF) terkait demonstrasi dan kerusuhan Agustus 2025.
Direktur Yayasan Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menyatakan bahwa investigasi KPF mengungkap pengakuan adanya mobilisasi massa berbayar yang terkait dengan organisasi Bison.
"Kami juga menemukan, apakah ada masa bayaran? Ya, ada
pengakuan massa bayaran yang ini dipimpin oleh organisasi namanya yang dipimpin oleh organisasi, namanya Bison," kata Isnur dalam laporan KPF yang dirilis pada 18 Februari 2026.
"Nah, Bison ini mengakui, mengorganisir massa yang bisa digunakan untuk tim hore kalau di televisi," lanjutnya.
Menurut Isnur, hasil investigasi independen oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (KPF) mengungkapkan bahwa Bison mengakui telah memobilisasi demonstran bayaran untuk memblokir demonstrasi mahasiswa.
Dalam laporannya, KPF menyatakan bahwa terdapat indikasi kuat adanya mobilisasi bayaran selama demonstrasi 28 Agustus 2025. Para demonstran dilaporkan berasal dari beberapa daerah, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cianjur, Sukabumi, dan Cimahi.
Laporan tersebut juga menyatakan bahwa sekitar 10 orang berangkat dari Cimahi membawa sekitar 160 bom molotov, petasan, kembang api, dan peralatan lainnya. Kelompok tersebut kemudian menjemput peserta lain, sehingga jumlah total menjadi sekitar 600 orang sebelum tiba di Jakarta.
"Beberapa laporan investigasi polisi menunjukkan keterlibatan aktor-aktor ini dalam mobilisasi demonstran bayaran," demikian pernyataan laporan KPF.
Dalam laporan yang sama, Ginka Febriyanti Ginting dilaporkan mengakui telah menginstruksikan Sekretaris Nasional Bison Ahmad Rifaldi untuk merekrut 70 orang untuk demonstrasi 28 Agustus 2025.
Ia juga diduga menyerahkan Rp9,3 juta kepada Bendahara Bison Ebyn Atsil Majid, yang terdiri dari Rp6,3 juta untuk hadiah peserta protes dan Rp3 juta untuk kebutuhan logistik. Dana tersebut diduga berasal dari dana internal organisasi.
Laporan KPF juga menyatakan bahwa Bison awalnya dibentuk sebagai bagian dari tim kampanye Prabowo-Gibran untuk pemilihan presiden 2024 dan kampanye Andra Soni-Dimyati Natakusumah untuk pemilihan gubernur Banten 2024.