5 Orang Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia Saat Latsarmil SPPI, Pelatihan Akan Terus Dilanjutkan?
--
ASCOMAXX.com - Jumlah calon pengurus Kopdes Merah Putih yang meninggal dunia saat menjalani pelatihan dasar militer (latsarmil) meningkat.
Hingga Sabtu (27 Juni 2026), Kementerian Pertahanan (Kemhan) mencatat lima orang meninggal dunia saat mengikuti program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Korban terbaru adalah Nola Dya Sari, peserta pelatihan di Satuan Pendidikan Pertahanan Nasional Kalimantan.
Baca juga: Tersangka Judol Hayam Wuruk Libatkan 287 WNA, Perputaran Uang Hingga Rp 13,9 Triliun!
Kabar kematian Nola diumumkan langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Ketut Gede Wetan Pastia.
“Atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Panitia Seleksi Nasional dan seluruh penyelenggara program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta program SPPI KDKMP KNMP 2026 yang sedang mengikuti pelatihan bela negara dan manajerial,” kata Ketut, seperti dikutip Antara pada Sabtu (27 Juni 2026).
Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa sebelum kesehatannya memburuk, Nola masih mengikuti kelas yang membahas teknik perkebunan pada Jumat (26 Juni).
Menjelang sore hari, sekitar pukul 18.45 WIB, peserta tersebut mulai mengeluh sesak napas dan demam. Tim medis di tempat kejadian segera memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke UGD Rumah Sakit Singkawang.
“Tim kesehatan satdik segera memberikan penanganan awal dan merujuk yang bersangkutan ke IGD Rumah Sakit Singkawang,” kata Ketut.
Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 19.20 WIB, Nola langsung mendapat pertolongan medis. Karena kondisinya dianggap membutuhkan perawatan lebih lanjut, petugas medis kemudian merujuknya ke Rumah Sakit Daerah Abdul Azis di Singkawang.
Baca juga: Penipuan Bos Arisan di Kediri Ternyata Istri Polisi, Penanganan Kasus Akan Dilakukan Secara Adil!
Namun, kondisinya terus memburuk. Saat menjalani perawatan lebih lanjut, korban mengalami henti jantung, sehingga tim medis melakukan resusitasi.
"Dalam proses penanganan terjadi henti jantung sehingga dilakukan resisutasi jantung," katanya.
Meskipun berbagai prosedur medis telah dilakukan, nyawa Nola tidak dapat diselamatkan.