Penipuan Bos Arisan di Kediri Ternyata Istri Polisi, Penanganan Kasus Akan Dilakukan Secara Adil!
--
Sebelum akhirnya ditangkap polisi, situasi menjadi tegang pada Kamis malam (25 Juni 2026). Puluhan warga yang marah berbondong-bondong mendatangi rumah YM di Desa Kandat.
Mereka menuntut kejelasan mengenai uang mereka yang hilang, dengan total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Melihat situasi yang semakin memanas, pemerintah desa dan kepolisian setempat turun tangan untuk memfasilitasi mediasi. Sayangnya, diskusi tersebut menemui jalan buntu.
Para korban bersikeras meminta jaminan atau pengembalian uang mereka segera pada malam itu juga.
YM, di sisi lain, tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan dan demi kepastian hukum, YM akhirnya dievakuasi pada malam itu juga ke Markas Besar Kepolisian Kediri.
Kasus ini tidak hanya berhenti pada tuntutan pidana terhadap YM. Karena statusnya sebagai Bhayangkari (petugas kepolisian), suaminya juga harus bersiap menghadapi konsekuensi internal.
Kepolisian Kediri menegaskan bahwa mereka akan menyelidiki suaminya melalui mekanisme pengawasan ketat dari Bagian Profesional dan Keamanan (Sipropam). Hal ini dilakukan untuk menentukan sejauh mana keterlibatan dan apakah ada pelanggaran disiplin dan etika profesi.
"OrangYang bersangkutan sebagai anggota Polri juga akan diperiksa oleh Sipropam. Prosesnya dilakukan sesuai aturan yang berlaku," jelas Wakil Kepala Kepolisian.