Sidang Kasus Penganiayaan Siswi SMP oleh TNI Digelar, Sertu Riza Pahlivi Hanya Divonis 10 Bulan yang Sebabkan Kematian!
--
Kolom komentar dibanjiri kritik pedas yang mempertanyakan integritas sistem peradilan Indonesia.
"Murah banget harga sebuah nyawa. Harusnya penjara seumur hidup dan pecat secara tidak hormat. Tapi apalah daya, hukum Indonesia tidak berpihak pada orang kecil,," komentar akun @gar***.
Baca juga: Selebgram ZNM dan YouTuber RV Dijemput Paksa Bareskrim, Imbas Kasus Hirup Whip Pink!
Sentimen serupa diungkapkan oleh pengguna internet lainnya, yang berpendapat bahwa hukum militer cenderung melindungi anggotanya sendiri.
"Peradilan Militer adalah pelindung bagi militer itu sendiri," tulis akun @dia***.
Sarkasme mengenai slogan lembaga tersebut juga banyak diungkapkan.
"Dua kalimat lucu yang sering dilontarkan: 'TNI bersama Rakyat'," tambah akun @fau***.
Masyarakat kini menuntut reformasi peradilan agar kasus pidana biasa yang melibatkan perwira dapat diadili secara transparan di pengadilan sipil, sehingga menjamin kesetaraan di hadapan hukum.
Baca juga: Klaim Guru Honorer Tidak Boleh Mengajar di 2027 adalah Hoaks? Inilah Isi Asli SE Mendikdasmen!