Tuesday 26th of May 2026
×

Ebola Menggila Lagi di Afrika: WHO Tetapkan Status Darurat Global Akibat Varian Langka Tanpa Vaksin, Total Ada 900 Kasus

Ebola Menggila Lagi di Afrika: WHO Tetapkan Status Darurat Global Akibat Varian Langka Tanpa Vaksin, Total Ada 900 Kasus

--

ASCOMAXX.com - Dunia kesehatan internasional kembali dihadapkan pada ancaman serius setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menetapkan status Darurat Kesehatan Global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) terhadap lonjakan .

Penyakit mematikan ini kembali mengganas dan menyebar secara cepat di wilayah timur Republik Demokratik Kongo (RDK) serta mulai melintasi perbatasan hingga ke negara tetangga, Uganda. Status kedaruratan tertinggi selevel awal respons COVID-19 ini diambil karena kecepatan penularan virus mulai melampaui kemampuan mitigasi tim medis di lapangan.


Baca juga: Konsep Seat Plan Konser BTS di GBK Jakarta Desember 2026, Tampilkan Stage 360 Derajat Memutar!

Baca juga: Tak Lagi Wajib 7 Tahun, Inilah Aturan Baru Usia Minimal Masuk SD 2026!

Data resmi terbaru yang dirilis oleh Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menunjukkan situasi di episentrum wabah terus memburuk dengan temuan lebih dari 900 kasus suspek dan angka kematian yang telah menembus 220 korban jiwa. Lonjakan kasus pertama kali terdeteksi di kawasan pertambangan padat penduduk Provinsi Ituri, Kongo, sebelum akhirnya menyebar ke Nord-Kivu, Sud-Kivu, hingga masuk ke ibu kota Uganda, Kampala.

Krisis kesehatan ini diperparah karena hasil uji laboratorium National Institute of Biomedical Research (INRB) mengonfirmasi bahwa wabah kali ini disebabkan oleh virus Ebola jenis Bundibugyo, sebuah varian langka yang hingga saat ini belum memiliki vaksin resmi atau obat penawar medis yang disetujui.

Upaya penanggulangan medis di benua Afrika juga menghadapi hambatan sosial yang sangat besar akibat adanya penolakan dan ketidakpercayaan dari komunitas lokal terhadap otoritas kesehatan luar. Ketegangan memuncak di wilayah Bunia, Rwampara, dan Mongbwalu ketika warga setempat dilaporkan melakukan aksi anarkis dengan membakar dua dari tiga pusat perawatan darurat infeksi Ebola.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST