Wednesday 28th of October 2026
×

Rekam Jejak Patmawi Dari Penjaga Lini Belakang Persedikab Hingga Menjadi Legenda Sejarah Emas Skuad Macan Putih

Rekam Jejak Patmawi Dari Penjaga Lini Belakang Persedikab Hingga Menjadi Legenda Sejarah Emas Skuad Macan Putih

--

Namun, kombinasi pemain lokal yang solid dan taktik pertahanan yang digalang oleh Patmawi mematahkan semua prediksi. Patmawi bahu-membahu bersama deretan pemain ikonik lainnya seperti Johan Prasetyo, Harianto, Musikan, dan kiper Wahyudi. Hasilnya, Persik Kediri mengukir sejarah dongeng (fairytale) terbesar sepak bola nasional dengan langsung merengkuh trofi Juara Liga Indonesia 2003 di musim debut mereka.

Keberhasilan tersebut membawa Patmawi dan skuad Macan Putih terbang ke kompetisi internasional untuk berlaga di Liga Champions Asia 2004, menantang klub-klub raksasa dari Korea Selatan dan Jepang.


Baca juga: Motif Penembakan Bharatu Valdo Masih Misteri, Bharada Andika Kini Ditetapkan Sebagai Tersangka

Setelah memutuskan gantung sepatu dari karier profesional sebagai pemain, dedikasi Patmawi terhadap si kulit bundar tidak pernah padam. Ia memilih tetap mengabdi di Kediri dan aktif di dunia kepelatihan lokal untuk menjaring sekaligus mengasah talenta-talenta muda daerah.

Di luar lapangan, almarhum dikenang oleh rekan sejawatnya seperti Johan Prasetyo sebagai figur senior yang sangat hangat, humoris di ruang ganti, namun sangat mengayomi (ngemong) juniornya. Sang legenda mengembuskan napas terakhirnya pada 27 Oktober 2026, meninggalkan warisan sejarah, keteladanan, dan semangat juang yang akan selalu abadi di hati seluruh pencinta sepak bola Kediri.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST