Viral di Threads: Diduga Keracunan Makanan Massal, Resto Korea 88 SEOUL di 23 Paskal Bandung Resmi Tutup Sementara
--
ASCOMAXX.com - Kota Bandung kembali digegerkan oleh insiden dugaan keracunan makanan massal yang menimpa puluhan konsumen setelah menyantap hidangan di salah satu restoran bertema kuliner Korea. Simak informasi selengkapnya berikut ini!
Restoran bernama 88 SEOUL, yang berlokasi di lantai 3 Mal 23 Paskal Shopping Center, Bandung, secara resmi menghentikan sementara seluruh operasionalnya mulai 7 Oktober 2026. Penutupan ini merupakan buntut dari gelombang keluhan medis dari para pelanggan yang mendadak viral di berbagai platform media sosial, khususnya Threads.
Awal Mula Kasus
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari posko pengaduan mandiri para korban, gelombang kasus ini menimpa konsumen yang berkunjung dan makan di restoran tersebut dalam rentang waktu tanggal 2 hingga 4 Oktober 2026.
Sebagian besar korban mulai merasakan gejala medis yang aneh beberapa jam setelah meninggalkan area restoran. Reaksi tubuh para korban dilaporkan bervariasi, mulai dari 2 jam hingga paling lambat 12 jam setelah mengonsumsi makanan.
Gejala klinis yang dirasakan oleh para korban meliputi sakit perut hebat, mual, muntah secara terus-menerus, pusing, hingga diare akut. Hingga Selasa, 6 Oktober 2026 sore, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengonfirmasi telah menerima 24 laporan resmi yang masuk melalui fasilitas kesehatan puskesmas dan aduan langsung.
Kendati demikian, angka riil di lapangan diduga jauh lebih besar. Dari data kompilasi mandiri yang dikumpulkan oleh para netizen terdampak di media sosial, jumlah korban yang mengeluhkan gejala serupa disinyalir telah menembus 284 orang.
- Jumlah Korban yang Dilaporkan: Hingga Selasa (6/10) sore, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengonfirmasi telah menerima 24 laporan kasus resmi baik dari puskesmas maupun aduan langsung di media sosial. Namun, angka riil di lapangan berdasarkan data kompilasi netizen di media sosial disinyalir mencapai 284 orang yang mengalami gejala serupa.
- Gejala dan Temuan Awal: Para korban melaporkan keluhan medis seperti sakit perut, mual, muntah, hingga diare. Reaksi gejala muncul bervariasi mulai dari 2 jam hingga 12 jam setelah menyantap hidangan. Tim investigasi dari Dinkes Kota Bandung bersama Balai POM setempat kini berfokus mengaudit aspek higiene, sanitasi, bahan baku, serta kelayakan peralatan dapur restoran.
- Respons Pihak Manajemen: Pihak 88 SEOUL - 23 Paskal melalui Marketing General Manager Sarah Merci menyatakan permohonan maaf dan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Penutupan sementara toko dilakukan sukarela untuk proses sanitasi total. Bagi konsumen yang terdampak dan membutuhkan kompensasi atau bantuan medis, pihak resto membuka jalur pengaduan resmi via Customer Care di nomor 0815-1175-9999.
Baca juga: Penerimaan Mahasiswa Baru UNSOED Tuai Kontroversi, KPK Periksa Warek Noor Farid dalam Dugaan Suap!
Merespons situasi darurat ini, Dinas Kesehatan Kota Bandung bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) langsung menerjunkan tim investigasi ke lokasi kejadian. Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh pada dapur restoran, meneliti aspek higiene, sistem sanitasi, kualitas air, serta kelayakan peralatan memasak yang digunakan.
Tim medis juga telah mengambil sampel sisa makanan dan bahan baku impor untuk diuji secara laboratorium guna mengetahui jenis bakteri atau zat kontaminan yang menjadi pemicu utama keracunan massal tersebut.
Marketing General Manager 88 SEOUL, Sarah Merci, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh masyarakat Bandung dan berkomitmen penuh untuk kooperatif dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Selama masa penutupan, pihak restoran melakukan sterilisasi dan sanitasi total pada seluruh area dapur dan ruang makan.
Baca juga: Pemkab Bangkalan Berikan Bantuan, Jenazah PMI yang Meninggal di Malaysia Akhirnya Tiba di Rumah Duka
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan hukum, pihak manajemen restoran juga membuka posko pengaduan resmi bagi para korban yang membutuhkan penanganan medis susulan maupun penggantian biaya pengobatan (kompensasi).
Korban terdampak dapat menghubungi nomor layanan Customer Care resmi di 0815-1175-9999 dengan menyertakan bukti nota pembelian serta surat keterangan medis dari klinik atau rumah sakit. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para pelaku usaha kuliner di Kota Bandung untuk selalu memperketat pengawasan kualitas dan keamanan pangan demi keselamatan konsumen.