Thursday 3rd of September 2026
×

Makna Lagu Pertiwi Yura Yunita, Ajak Pendengar Resapi Suara Hatur Terbungkam yang Sukses Menyentuh Hati

Makna Lagu Pertiwi Yura Yunita, Ajak Pendengar Resapi Suara Hatur Terbungkam yang Sukses Menyentuh Hati

--

ASCOMAXX.com - Solois perempuan terkemuka Indonesia, Yura Yunita, kembali menghadirkan karya musik emosional yang menggetarkan hati para penikmat musik tanah air. Yura secara resmi merilis single terbarunya yang bertajuk "Pertiwi" pada tanggal 2 September 2026. Melalui gubahan melodi yang hangat, makna lagu Pertiwi Yura Yunita mengusung pesan mendalam tentang perjuangan mengumpulkan sisa keberanian untuk kembali menyuarakan isi hati yang selama ini terbungkam.

Peluncuran lagu ini langsung memicu reaksi emosional yang kuat dari berbagai kalangan. Sebelum resmi dilepas ke publik, beberapa figur publik ternama seperti Reza Rahadian hingga Pandji Pragiwaksono dilaporkan sempat meneteskan air mata haru saat mendengarkan demo audio karya ini untuk pertama kalinya. Kedalaman liriknya dinilai sukses memotret realitas sosial yang tajam sekaligus meniupkan angin harapan yang menolak mati.


Baca juga: Kronologi Puluhan Siswa dan Guru SMAN 3 Nganjuk Tumbang Usai Santap MBG, Korban Dilarikan ke 3 Rumah Sakit Berbeda

Kolaborasi Kreatif Donne Maula dan Notasi Yura Yunita

Lahirnya karya magis ini tidak lepas dari tangan dingin musisi Donne Maula yang bertindak sebagai penulis lirik, sementara susunan notasi indahnya digarap langsung oleh Yura Yunita sendiri. Sinergi emosional dari pasangan musisi ini melahirkan bait-bait lirik yang sangat puitis namun sarat akan kritik sosial yang jujur mengenai kondisi lingkungan sekitar saat ini.

Salah satu potongan bait lirik yang paling mencolok dan menjadi perbincangan hangat berbunyi: "Yang jujur dipeluk sunyi, yang lantang dipaksa untuk berhenti, kebenaran diajak menepi, dan kuasa berpesta tanpa empati." Rangkaian kalimat tersebut menggambarkan situasi pelik ketika kejujuran serta kebenaran sering kali disingkirkan, sementara pemegang kekuasaan bersikap acuh tanpa adanya rasa empati sosial kepada masyarakat bawah.

Kendati memotret tantangan dan luka sosial-politik yang penuh tekanan, Yura tidak membiarkan lagunya berakhir dengan keputusasaan. Pada bait berikutnya, ia menyisipkan penguatan solidaritas kolektif: "Pertiwi, masih berdiri, jaga harap di sisa nyali, percayalah kau tak sendiri. Dengarlah dia bernyanyi, itu suara kita yang menolak mati." Kalimat ini menjadi sebuah panggilan pengingat bahwa perjuangan mempertahankan kebenaran tidak dilakukan sendirian, melainkan sebuah gerakan bersama.

Aransemen Musik Megah dan Visual yang "Liar"

Dari sektor musikalitas, Yura Yunita menggandeng produser musik kenamaan Iwan Popo untuk merancang aransemen instrumen. Karakter vokal Yura dirancang agar tetap terdengar intim, sayup, namun tetap lantang di telinga pendengar. Keutuhan detail suaranya didukung oleh permainan piano, synth, dan strings dari Iwan Popo, serta paduan gitar akustik dan elektrik dari Kevin Jonathan, sebelum akhirnya dipoles melalui tahap mixing dan mastering oleh Ivan Gojaya di studio Roemah Iponk.

Baca juga: Buntut Sakit Hati, Ini Modus SDS Kemas Jasad Wanita dalam Kardus hingga Buat Sopir Curiga

Peluncuran versi audio di berbagai platform musik digital dilakukan serentak bersamaan dengan video musik resminya di kanal YouTube. Dalam penggarapan visualnya, Yura mempercayakan kursi sutradara kepada Kathleen Malay serta koreografer Siko Setyanto untuk menerjemahkan emosi lagu ke dalam bentuk seni gerak kontemporer yang teatrikal.

Menariknya, Yura Yunita sengaja memilih untuk tidak menjelaskan konsep visual karyanya secara gamblang. Ia membiarkan makna visual dari "Pertiwi" menjadi sedikit bebas dan "liar" agar interpretasinya tidak terbatas pada satu tafsir tunggal. Yura membebaskan para EYEKONS (sebutan penggemar) untuk mengaitkan lagu ini dengan beragam pengalaman hidup masing-masing, apakah itu tentang kondisi negara, sosok ibu, perjuangan kaum perempuan yang memilih diam, ketidakadilan yang belum terlunaskan, atau refleksi mendalam terhadap pergulatan batin diri sendiri.

Sebelum menutup pengumumannya, Yura memberikan tips khusus bagi para pendengar yang ingin meresapi lagu ini secara maksimal. Ia menyarankan masyarakat untuk mencari ruang yang sedikit sunyi, mendengarkan lagu dan video musiknya hingga selesai, lalu menunggu beberapa detik dalam keheningan pasca-lagu berakhir. Menurut Yura, momen hening itulah yang akan menjawab siapa sosok yang muncul di kepala dan bagian mana dari lagu yang berhasil membuat dada terasa sesak.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST