Friday 28th of August 2026
×

Polisi Amankan 39 Sajam dan 2 Airsoft Gun Dari Penyusup yang Berpotensi Kerusuhan Massa Polda Metro Jaya

Polisi Amankan 39 Sajam dan 2 Airsoft Gun Dari Penyusup yang Berpotensi Kerusuhan Massa Polda Metro Jaya

--

ASCOMAXX.com - Polda Metro Jaya berhasil mengamankan 39 senjata tajam dan 2 pucuk airsoft gun dari tangan 65 pemuda yang diduga kuat hendak menunggangi aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI. Puluhan orang yang disinyalir terafiliasi dengan jaringan kelompok Anarko tersebut diringkus di kawasan Jakarta Timur saat hendak bergerak menuju titik aksi.

Secara keseluruhan, petugas mengamankan sebanyak 65 orang dalam operasi sterilisasi tersebut. Mayoritas dari mereka, yaitu sebanyak 63 orang, diringkus oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) di wilayah hukum Jakarta Timur saat sedang berkumpul.


Sementara itu, dua orang lainnya diciduk oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) melalui patroli siber. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, massa perusuh ini berasal dari daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Bandung, dan diduga terafiliasi dengan jaringan kelompok Anarko.

Baca juga: Keputusan Rapat Paripurna Tetapkan Batas Akhir Batas Batas Target Pengesahan RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Akhir Tahun

Selain puluhan senjata tajam dan senjata tiruan, petugas kepolisian juga menemukan barang bukti lain yang sangat berbahaya di dalam tas ransel bawaan mereka. Barang bukti tersebut meliputi 25 gram peluru gotri, satu tabung gas pengisi airsoft gun, tiga buah stik golf, cat semprot, serta alat pengeras suara.

Lebih mengejutkan lagi, polisi menemukan 7 jeriken berisi bensin serta 201 botol kaca kosong yang telah dilengkapi sumbu kain, yang siap dirakit menjadi bom molotov untuk aksi pembakaran di lapangan. Petugas juga menyita beberapa strip obat-obatan terlarang jenis psikotropika golongan IV seperti Tramadol dan Diazepam.

Baca juga: Rekam Jejak Bripka E Pelaku Kasus Asusila Anak Atasan, Lolos PTDH karena Prestasi

Berikut adalah rincian fakta terkait penyitaan barang bukti tersebut:

Kronologi dan Lokasi Pengamanan

  • Waktu Kejadian: Pengamanan dilakukan menjelang aksi unjuk rasa massa di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat.
  • Jumlah Orang Diamankan: Sebanyak 65 orang ditangkap, di mana 63 orang diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) di wilayah Jakarta Timur, sedangkan 2 orang ditangkap oleh Direktorat Siber Polda Metro Jaya.
  • Asal Kelompok: Massa tersebut diketahui berasal dari sejumlah wilayah sekitar Jakarta dan Jawa Barat (Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, hingga Bandung) yang berkumpul di Jakarta Timur, serta diduga terafiliasi dengan kelompok Anarko.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, merinci sejumlah barang berbahaya yang disita dari kelompok tersebut, meliputi:
  • Senjata & Amunisi: 39 pucuk senjata tajam, 2 pucuk airsoft gun, 1 tabung gas airsoft gun, dan 25 gram peluru gotri.
  • Bahan Peledak (Molotov): 7 jeriken berisi bensin serta 201 botol kaca yang sudah dilengkapi sumbu untuk membuat bom molotov.
  • Alat Pendukung: 11 tas ransel (diduga untuk membawa molotov), 3 buah stik golf, 1 unit Toa (pengeras suara), 1 botol cat semprot (Pylox), dan 4 buah banner.
  • Obat-obatan Terlarang: 4 strip Tramadol dan 2 strip Diazepam.

Baca juga: Pabrik Tekstil PT Mahatex di Badas Kediri Kebakaran, Begini Kronologi Lengkapnya!

Fokus Penyelidikan Polisi

  • Tujuan Pencegahan: Polisi menegaskan bahwa penyitaan dilakukan agar barang-barang berbahaya tersebut tidak sampai digunakan untuk memicu tindakan anarkis atau pembakaran di tengah massa aksi. 
  • Penelusuran Aliran Dana: Penyidik saat ini tengah mendalami aliran dana dan komunikasi digital para pelaku untuk mengungkap dalang di balik mobilisasi massa, pihak perekrut, serta penyedia modal untuk pengadaan senjata dan bom molotov tersebut. 

Penindakan tegas ini sengaja dilakukan sebelum massa penyusup masuk ke titik demonstrasi guna menghindari jatuhnya korban jiwa, perusakan fasilitas umum, maupun bentrokan fisik dengan aparat. Polisi juga tengah melacak rekam jejak digital serta aliran dana guna mengungkap dalang utama, pihak yang memobilisasi massa, hingga penyokong dana di balik pengadaan senjata tajam dan bahan baku bom molotov tersebut.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST