Ciri-Ciri Komplotan Pelaku Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay yang Diburu Polisi, Dugaan Jalur Pelarian Misterius dan Hambatan CCTV
--
Pembagian peran yang sangat terstruktur menunjukkan bahwa para pelaku telah merencanakan aksi ini dengan matang. Modus operandi dimulai ketika korban sedang berada di dalam ruang restoran untuk merayakan ulang tahun sang nenek pada Senin malam sekitar pukul 19.45 WIB. Saat momentum acara inti akan dimulai, komplotan ini langsung masuk dan menyergap korban secara tiba-tiba tanpa ada dialog atau adu mulut terlebih dahulu.
Pelaku eksekutor pertama dengan cepat menutup mata Jesslyn secara paksa menggunakan selembar kain untuk menghilangkan orientasi arah korban. Secara bersamaan, dua pelaku berbadan besar langsung menggendong tubuh atlet golf tersebut secara paksa keluar menuju area parkir.
Pembagian peran juga terlihat dari adanya satu pelaku khusus yang bertindak sebagai pengemudi (driver) di dalam mobil minibus hitam yang bersiap dengan mesin menyala di area luar, sehingga kendaraan bisa langsung melaju cepat begitu korban berhasil dimasukkan ke dalam kabin.
Hingga saat ini, identitas asli serta otak di balik komplotan pelaku ini masih menjadi misteri yang terus didalami oleh pihak berwajib. Pihak kepolisian menghadapi kendala dalam mengidentifikasi wajah para pelaku maupun nomor pelat kendaraan karena pihak manajemen restoran menyatakan bahwa fasilitas kamera pengawas (CCTV) di area luar sedang tidak berfungsi atau rusak pada saat peristiwa pidana tersebut berlangsung.
Kendati demikian, penyidik mendeteksi bahwa komplotan pelaku ini bergerak sangat dinamis guna mengaburkan jejak pengejaran aparat. Terdapat indikasi digital yang menunjukkan perangkat ponsel milik korban sempat aktif di wilayah Puri Jimbaran, Pademangan, Jakarta Utara.
Di sisi lain, polisi juga tengah melakukan verifikasi mendalam terhadap informasi eksternal yang menyebutkan bahwa para pelaku diduga telah membawa terbang korban meninggalkan wilayah Indonesia menuju Malaysia melalui jalur penerbangan dari Semarang, Jawa Tengah, sehari setelah aksi penculikan terjadi.