RSI Unisma Buka Suara Bantah Karyawan Resign Karena Gaji, Ungkap Pengunduran Diri Karyawan Sesuai Prosedur!
--
ASCOMAXX.com - Belakangan ini, jagat media sosial di Kota Malang kembali diramaikan oleh unggahan pengumuman sejumlah tenaga kerja dari Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma. Narasi “resign berjamaah” pun bermunculan di berbagai linimasa, memicu spekulasi pembohong mengenai kondisi internal rumah sakit yang kian pelik.
Baca juga: Ternyata Inilah Penyebab Karyawan RSI Unisma Resign Berjamaah, Ruang Farmasi Ranap Diduga Ikut Tutup
Baca juga: Harta Kekayaan Gus Miftah Terungkap, Namanya jadi Sorotan Usai Disebut dalam Kasus Bupati Pati!
Isu ini kian memanas karena muncul tak lama setelah polemik keterlambatan pembayaran gaji pegawai mencuat ke permukaan dan sempat ditangani oleh Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang.
Namun, manajemen RSI Unisma angkat bicara. Mereka tidak membantah adanya gelombang pengunduran diri, namun menegaskan bahwa proses tersebut berjalan sesuai koridor kepegawaian dan tidak bisa disimpulkan sebagai dampak langsung dari satu permasalahan tertentu.
Gelombang Pengunduran Diri Sesuai Prosedur
Human Resources Development (HRD) RSI Unisma, Dwi Ida Novadiana, menyatakan bahwa manajemen telah memberikan klarifikasi kepada berbagai pihak terkait, termasuk mengenai keterlambatan pembayaran gaji yang sebelumnya menjadi perhatian publik.
"Manajemen dan yayasan sudah menghadiri panggilan dari Disnaker terkait laporan teman-teman. Kami sudah menanggapi dan alhamdulillah semua berjalan baik. Ada beberapa fase pemeriksaan yang harus kami lewati dan secara prosedur semuanya sudah kami jalani," ujarnya saat ditemui, Kamis (16/7/2026).
Terkait kabar hengkangnya karyawan massal, Dwi Ida membenarkan adanya pegawai yang mundur. Namun menurutnya, pengunduran diri dilakukan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku di rumah sakit.
Baca juga: BP2MI Berhasil Pulangkan 25 Ribu TKI Ilegal, 626 Diantaranya Hanya Tinggal Nama!
"Memang ada proses pengunduran diri dari teman-teman. Bahkan ada yang masih aktif bekerja karena masa resign mereka baru berakhir akhir Juli, pertengahan Juli, bahkan awal Agustus. Mereka tetap menjalankan kewajibannya sampai batas waktu yang telah ditentukan," katanya.