Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual di SMA Petra 1 Surabaya Viral, 2 Pelaku Mendapat Teguran
--
ASCOMAXX.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan beberapa alumni siswa SMP Kristen Petra 1 Surabaya menjadi viral setelah informasi tentang kejadian tersebut tersebar luas di media sosial. Berikut adalah kronologi lengkap bagaimana dugaan kasus tersebut terungkap.
Media sosial dikejutkan oleh beredarnya video yang menunjukkan bagian pribadi siswi di SMP Kristen Petra 1 Surabaya.
Baca juga: Miris! 2 Remaja di Surabaya Rekam Area Privasi Perempuan Viral, Pelaku Sampaikan Permintaan Maaf
Setelah penyelidikan lebih lanjut, ditemukan bahwa video tersebut direkam secara diam-diam oleh dua alumni siswa , yang diidentifikasi sebagai K dan J, saat mereka masih menjadi siswa di SMP Kristen Petra 1 Surabaya.
Menanggapi dampak yang meluas, sekolah mengeluarkan pernyataan resmi yang menjelaskan dan mengklarifikasi bagaimana mereka menangani kasus yang melibatkan alumni siswa tersebut.
Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual di SMA Petra 1 Surabaya
Kasus ini mulai menarik perhatian publik setelah beredar unggahan di media sosial yang mengungkap dugaan pelanggaran privasi terhadap beberapa siswi di Sekolah Kristen Petra 1 Surabaya.
Unggahan tersebut menuduh bahwa dua siswa, K dan J, merekam bagian pribadi perempuan tanpa persetujuan mereka di lingkungan sekolah selama kurang lebih dua tahun.
Menurut informasi yang beredar, rekaman tersebut dibuat secara diam-diam saat para korban sedang melakukan aktivitas di lingkungan sekolah dan tidak menyadari bahwa mereka sedang direkam.
Unggahan tersebut juga mengklaim bahwa rekaman tersebut dibagikan kepada orang lain melalui Telegram, dan beberapa di antaranya akhirnya beredar di media sosial.
"Kedua pelaku telah merekam BANYAK SEKALI video area privasi wanita (intip rok) selama 2 tahun saat di area sekolah, lalu dibarter untuk video2 serupa melalui Telegram dan akhirnya disebar di platform sosial media lainnya. Untuk yang disebar, baru ditemukan 2 video hasil rekaman mereka. Kejahatan ini baru ketahuan setelah lulus," demikian pernyataan akun Threads @kenzojuanpelecehanseksual pada 11 Juni 2026.