Saturday 13th of June 2026
×

Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual di SMA Petra 1 Surabaya Viral, 2 Pelaku Mendapat Teguran

Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual di SMA Petra 1 Surabaya Viral, 2 Pelaku Mendapat Teguran

--

Kasus ini mulai terungkap setelah beberapa video rekaman muncul dan beredar online. Penyebaran ini menarik perhatian pengguna internet, yang kemudian melacak asal usul video tersebut dan menghubungkannya dengan dua alumni siswa sekolah tersebut.

Beberapa akun media sosial kemudian menerbitkan informasi tambahan yang mengklaim bahwa jumlah rekaman diduga melebihi jumlah video yang sudah beredar, meskipun jumlah pastinya masih belum pasti dan memerlukan verifikasi lebih lanjut.


Baca juga: Raffi Ahmad Kesandung Kasus Suap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sebesar Rp 61 Milliar, KPK Lakukan Interogasi

Baca juga: Keanu Agl Diperiksa Kepolisian Usai Terseret Kasus Penipuan dan Penggelapan Dana, Diduga Terima Aliran dari Hanania Group Travel,

Setelah kasus ini menjadi publik, kedua pihak yang diduga terlibat mengeluarkan klarifikasi dan permintaan maaf melalui video yang diunggah di akun media sosial masing-masing.

K mengakui telah membuat dan mengirim video tidak senonoh kepada orang lain melalui berbagai platform digital. Ia meminta maaf kepada para korban dan keluarga mereka serta menyatakan penyesalan atas tindakannya.

J juga mengakui telah mengirimkan video serupa kepada orang lain melalui Telegram dan meminta maaf kepada para korban dan orang tua mereka. Ia menyatakan bahwa ia tidak mengetahui bahwa materi tersebut kemudian disebarluaskan oleh orang lain di media sosial.

Tanggapan dari SMA Petra 1 Surabaya terhadap Kasus Pelecehan Seksual yang Viral
SMA Petra 1 Surabaya mengeluarkan pernyataan di akun Instagram resminya @smakristenpetra1 pada 11 Juni 2026, sebagai tanggapan terhadap informasi yang beredar di media sosial tentang kasus yang melibatkan beberapa alumni  siswa.

Baca juga: Persidangan Richard Lee Segera Dilaksanakan 2 Pekan Lagi, Keluarga Dilarang untuk Jenguk di Lapas Pemuda Tangerang

Dalam pernyataannya, sekolah menyatakan penyesalan atas tindakan para alumni  siswa, mengingat tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh lembaga pendidikan.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST