Tuesday 27th of October 2026
×

Kasus Tewasnya Pratu Andi Syarif Bugis, Keluarga Layangkan Tuntutan Mengadu Ke Panglima TNI Dan DPR RI

Kasus Tewasnya Pratu Andi Syarif Bugis, Keluarga Layangkan Tuntutan Mengadu Ke Panglima TNI Dan DPR RI

--

Lebih lanjut, pihak keluarga meminta jaminan perlindungan bagi diri mereka sendiri maupun para saksi, serta menegaskan bahwa proses disipliner internal militer tidak boleh menggantikan proses hukum pidana yang berlaku. Mereka juga meminta tanggapan tertulis dari pihak berwenang terkait tindak lanjut atas tuntutan-tuntutan tersebut.

Basman menegaskan bahwa kematian putranya tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya pencarian kebenaran.


“Bagi keluarga, keadilan bukanlah upaya membalas dendam, melainkan ikhtiar untuk memperoleh kebenaran, kepastian hukum, dan jaminan agar peristiwa serupa tidak terulang,” tulisnya dalam surat tersebut.

Sementara itu, Kapendam Komando Daerah Militer (Kapendam) XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel (Kavaleri) S. Simanjuntak, menyatakan bahwa dalam menyikapi kejadian ini, Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVIII/Kasuari—berkoordinasi dengan Brigade Infanteri 26 (Brigif 26/GP) dan didukung oleh Kesehatan Kodam (Kesdam) XVIII/Kasuari—sedang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan untuk mengungkap fakta serta menentukan penyebab meninggalnya mendiang.

Ia menyampaikan bahwa penentuan penyebab pasti kematian masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dan analisis mendalam.

“Kodam XVIII/Kasuari berkomitmen menuntaskan perkara ini secara transparan, objektif, dan profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Letnan Kolonel (Kavaleri) S. Simanjuntak.

Ia mengimbau semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan agar kasus ini dapat ditangani secara objektif dan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk menerima informasi, masukan, maupun keterangan dari pihak keluarga dan masyarakat umum—kontribusi yang dapat membantu mengungkap fakta secara utuh serta memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Baca juga: Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Diungkap Kepolisian, Diduga Cemburu Menjadi Alasan Pelaku!

Kapendam tersebut menambahkan bahwa segenap keluarga besar Kodam XVIII/Kasuari menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Prajurit Satu (Pratu) Andi Syarif Bugis.

Menurutnya, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan Pratu Andi Syarif Bugis, pada tanggal 3 Oktober 2026, personel medis dari Brigade Infanteri (Brigif) 26/GP—yakni Sersan Dua (Serda) Rivaldi dan Prajurit Satu (Pratu) Ahmad Arpani—memeriksa kondisinya di barak Tontaikam.

Setelah mendapati denyut nadi dan tekanan darahnya tidak normal, tim medis dari Brigade Infanteri 26 (Brigif 26/GP) segera mengevakuasinya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni menggunakan kendaraan dinas militer, sembari melaporkan kondisinya kepada Komandan Brigade Infanteri 26.

Setibanya di rumah sakit, Prajurit Satu (Pratu) Andi Syarif Bugis mendapatkan penanganan medis di Unit Gawat Darurat (UGD) oleh dokter yang bertugas. Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, dokter yang menangani melakukan tes laboratorium dan pemindaian CT scan, dengan dibantu oleh tim medis dari Brigade Infanteri 26.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pendarahan di bagian belakang kepala sebelah kiri, yang menyebabkan gangguan pernapasan. Melihat kondisinya, tim dokter rumah sakit kemudian memberikan bantuan pernapasan dengan memasang alat bantu napas.

Sebelum tindakan tersebut dilakukan, pihak Brigade Infanteri 26—yang diwakili oleh Letnan Dua (Letda Inf) Masroykhen, selaku Pejabat Sementara Perwira Pembinaan Personel (Ps. Pasibinpers)—berkoordinasi dengan orang tua prajurit tersebut melalui panggilan video untuk mendapatkan persetujuan tindakan medis.

Selanjutnya, ia dipindahkan ke Unit Perawatan Intensif (ICU) untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif. Selama berada di ruang ICU RSUD Teluk Bintuni, Prajurit Satu Andi Syarif Bugis didampingi oleh kedua orang tuanya serta personel dari Brigade Infanteri 26.

13 tuntutan keluarga Pratu Andi Syarif

Keluarga Andi menyampaikan 13 tuntutan kepada pimpinan TNI, mulai dari tingkat satuan hingga Panglima TNI, serta sejumlah lembaga negara.

Berikut tuntutan yang disampaikan keluarga:

Source:

Update Terbaru

RELATED POST