Kemendikdasmen Kirim 10.000 Guru STEM ke Luar Negeri Guna Mempersiapkan Penerapan Kurikulum Baru Berbasis Deep Learning pada Tahun 2027
--
ASCOMAXX.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah mempersiapkan langkah besar dalam sejarah transformasi pendidikan nasional. Pemerintah secara resmi mengumumkan program strategis untuk mengirimkan sekitar 10.000 guru master di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) guna menjalani pelatihan kompetensi di luar negeri.
Program akselerasi ini disiapkan secara matang sebagai fondasi utama sebelum Indonesia menerapkan metode pembelajaran baru di sekolah-sekolah mulai tahun depan. Langkah berani ini diumumkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.
Dirinya menegaskan bahwa pengiriman ribuan tenaga pendidik ini merupakan bentuk implementasi nyata dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan percepatan pembangunan sekolah-sekolah unggul berbasis sains dan teknologi modern di seluruh wilayah Indonesia. Melalui peningkatan kapasitas guru, pemerintah optimistis kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan Indonesia mampu bersaing ketat di panggung global.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai program pelatihan guru STEM ini:
1. Tujuan Utama Program
- Membangun Sekolah Unggulan: Meningkatkan kualitas sekolah-sekolah di Indonesia agar lebih fokus pada penguasaan sains, teknologi modern, dan rekayasa matematika.
- Persiapan Metode Deep Learning: Peningkatan kompetensi guru ini dipersiapkan sebagai pondasi penerapan metode pembelajaran mendalam (deep learning) yang ditargetkan meluas di seluruh sekolah Indonesia pada tahun 2027. Lewat skema ini, siswa diarahkan untuk berpikir kritis, memahami konsep, dan memecahkan masalah nyata, bukan sekadar menghafal materi.
Baca juga: Bocoran Spesifikasi Vivo X500E Hadir dengan Tampilan Mewah, Kini Siap Meluncur Bawa 7.500 mAh!
2. Pengiriman Bertahap & Kemitraan Internasional
Pemerintah akan memberangkatkan para guru master pilihan tersebut secara bertahap. Salah satu program non-gelar yang sudah mulai berjalan dan terintegrasi dengan Beasiswa GTK-LPDP melibatkan kerja sama dengan institusi dunia seperti Flinders University di Australia, serta kemitraan pelatihan bersama lembaga dari Korea Selatan untuk mengadopsi pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam asesmen ilmiah.
3. Integrasi Karakter Melalui Seni dan Olahraga
Pendidikan nasional ke depan tidak hanya digenjot dari sisi akademik sains belakangan ini. Mendikdasmen menekankan bahwa kompetensi STEM mutakhir para guru nantinya harus diimbangi dengan integrasi unsur seni dan olahraga (art and sport) di sekolah terintegrasi nasional. Hal ini krusial untuk menjaga keseimbangan antara kecerdasan teknologi, kebugaran jasmani, kreativitas, serta pembentukan karakter siswa seutuhnya.
Untuk menyukseskan program non-gelar ini, pemerintah mengoordinasikan keberangkatan para guru secara bertahap melalui pembiayaan terintegrasi Beasiswa GTK-LPDP. Kemendikdasmen juga telah menjalin kemitraan erat dengan berbagai institusi pendidikan kelas dunia di luar negeri.
Beberapa klaster pelatihan yang sudah mulai berjalan di antaranya melibatkan kerja sama dengan Flinders University di Australia, serta program penguasaan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk kebutuhan asesmen sains yang bekerja sama dengan lembaga pendidikan dari Korea Selatan.
Meskipun penguasaan teknologi dan sains modern menjadi fokus utama, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan di Indonesia tidak boleh kehilangan arah dalam membentuk moralitas siswa. Oleh karena itu, penguatan kompetensi STEM ini nantinya wajib diintegrasikan dengan unsur seni dan olahraga (art and sports) di setiap satuan pendidikan.
Baca juga: Identitas Mayat Terborgol di Kendal Terungkap! Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
Mendikdasmen menyampaikan bahwa penguasaan teknologi tingkat tinggi harus diimbangi dengan kebugaran jasmani, kreativitas seni, serta penanaman karakter akhlak mulia.
Melalui kombinasi kurikulum yang seimbang ini, sekolah unggulan yang dicita-citakan tidak hanya akan melahirkan generasi yang cerdas secara digital dan matematika, tetapi juga memiliki ketahanan fisik yang prima, kepekaan budaya yang tinggi, serta karakter kebangsaan yang kokoh. Program pengiriman 10.000 guru ke luar negeri ini diharapkan menjadi pemantik awal bagi kebangkitan mutu pendidikan Indonesia yang lebih inklusif dan modern.