Breaking News! Pelajar SMA di Garut Menjadi Korban Penembakan Senjata Airgun hingga Alami Luka Parah di Mata
--
ASCOMAXX.com - Kasus kekerasan yang melibatkan penggunaan senjata replika kembali terjadi dan memicu keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat. Seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilaporkan menjadi korban penembakan menggunakan senjata berjenis airgun.
Akibat insiden tragis tersebut, korban mengalami luka yang sangat serius pada bagian mata kirinya akibat terjangan peluru logam, sehingga terancam mengalami cacat permanen pada fungsi penglihatannya. Berikut informasi berita selengkapnya!
Baca juga: Video Pemagang Jepang Ayam Geprek 19 Menit 16 Detik Viral, Isinya Tampilkan Adegan Tak Senonoh!
Kronologi Kejadian di Lokasi Vila
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Sabtu malam, 26 September 2026. Kejadian bermula ketika korban, yang diidentifikasi bernama Pazwa Pahaludin (15), seorang pelajar asal Kecamatan Cilawu, sedang berkumpul bersama rekan-rekan sebayanya di sebuah vila yang terletak di kawasan Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Acara kumpul-kumpul yang semula berlangsung hangat tersebut mendadak berubah menjadi kepanikan masal.
Seorang pemuda berinisial MHA alias H (19), yang diketahui merupakan kakak kelas korban, datang ke lokasi vila tersebut tanpa diundang. Tanpa diduga, pelaku tiba-kira mengeluarkan senjata jenis airgun dan melepaskan tembakan sebanyak tiga kali ke berbagai arah secara acak.
Malangnya, salah satu tembakan peluru gotri besi dari senjata tersebut tepat mengenai mata sebelah kiri Pazwa. Selain Pazwa, dilaporkan ada satu korban pelajar lain yang turut terkena tembakan, namun beruntung hanya mengenai bagian punggung dan tidak berakibat fatal.
Baca juga: Klarifikasi Pria di Video VC Ruben Onsu Bongkar Fakta Baru, Sengaja Direkam Untuk Pertahanan Diri!
Korban dan Dampak Cedera:
- Identitas Korban: Korban bernama Pazwa Pahaludin (15), seorang pelajar SMA asal Kecamatan Cilawu, Garut.
- Kondisi Medis: Mata sebelah kiri korban mengalami luka parah, pembengkakan, dan pendarahan. Hasil pemeriksaan medis di Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung, menemukan adanya proyektil atau serpihan logam (gotri) yang masih bersarang di dalam bola mata kirinya, sehingga korban berisiko mengalami gangguan penglihatan permanen.
- Sempat Ditutupi: Korban awalnya sempat tidak mengaku dan hanya bercerita kepada keluarganya bahwa matanya terluka akibat terkena bola plastik saat mengikuti kegiatan di sebuah vila.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, 26 September 2026 di sebuah vila di kawasan Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Saat itu, korban sedang berkumpul bersama rekan-rekannya.
Baca juga: VIRAL! Video Asusila 13 Menit Mahasiswi Poltekkes Bandung Jadi Incaran, Begini Klarifikasi Kampusnya
Pelaku kemudian datang ke lokasi tanpa diundang, lalu tiba-tiba melepaskan tembakan sebanyak tiga kali ke berbagai arah secara acak sebelum akhirnya tembakan tersebut mengenai mata kiri korban. Selain Pazwa, dilaporkan ada satu korban lain yang terkena tembakan di bagian punggung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh penyidik kepolisian, motif di balik aksi nekat pelaku didasari oleh rasa sakit hati dan tersinggung. Pelaku merasa diabaikan atau dicueki oleh kelompok pertemanan korban ketika dirinya mencoba membaur dan bergabung dalam obrolan di vila tersebut.
Karena emosi yang tidak terkontrol akibat merasa tidak dihargai, pelaku meluapkan kekesalannya dengan cara menembakkan senjata yang dibawanya secara membabi buta ke arah korban. Atas perbuatannya, kini pelaku harus mendekam di sel tahanan dan terancam hukuman pidana yang berat.