Tuesday 13th of October 2026
×

Identitas Pria 21 Tahun di Video VC Ruben Onsu Klarifikasi, Ungkap Kebenaran yang Beredar di Media Sosial

Identitas Pria 21 Tahun di Video VC Ruben Onsu Klarifikasi, Ungkap Kebenaran yang Beredar di Media Sosial

--

ASCOMAXX.com - Pria yang muncul dalam panggilan video bersama Ruben Onsu akhirnya angkat bicara dan mengungkapkan bagaimana ia pertama kali bertemu dengan presenter tersebut.

Artos Olla dan rekannya, Y, menceritakan pertemuan awal mereka dengan Ruben Onsu serta peristiwa yang berujung pada percakapan melalui panggilan video yang kemudian memicu kontroversi di media sosial.


Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Reyben Entertainment—yang berjudul "Viral Video Call Sparks Controversy" dan dikutip oleh Tribun Style pada Selasa, 13 Oktober 2026—Artos dan Y menegaskan bahwa rekaman tersebut asli dan bukan rekayasa yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Baca juga: Bongkar Muatan Sembako, Pria di Makassar Tewas Dibacok Pelaku yang Diduga dari KKB

Informasi yang dilansir dari tribunnews.com, Mereka juga membantah tuduhan bahwa mereka dibayar untuk menjatuhkan nama baik Ruben.

Artos mengklaim rekaman itu awalnya dibuat sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan penyimpangan fakta setelah Y menerima tawaran pekerjaan yang disebut-sebut berasal dari Ruben.

Awal Pertemuan Artos dan Y dengan Ruben Onsu

Artos menjelaskan bahwa perkenalannya dengan Ruben Onsu bermula saat ia dan Y bekerja sebagai pembawa acara (MC) di pesta ulang tahun salah satu teman dekat Ruben.

Menurut penuturannya, Ruben mengajak mereka duduk bersamanya selama acara berlangsung. Setelah itu, asisten Ruben dikabarkan meminta nomor telepon Y dengan alasan terkait pekerjaan.

"Si asistennya ini yang berhijab itu dia memintai nomor telepon saya... dia bilang 'Buat kerjaan," ungkap Artos.

Menurut Artos, komunikasi berlanjut pada keesokan harinya. Asisten Ruben dikabarkan menghubungi Y melalui panggilan video sebelum menyerahkan panggilan tersebut kepada Ruben. Dalam percakapan itu, Ruben disebut menanyakan pekerjaan Y dan menawarkan kesempatan untuk bergabung dengan timnya.

"Si video call-nya itu diarahin ke RO. Nah lalu kita ngobrol-ngobrol, RO ini nanya sama saya 'Kamu kerja apa?'" ujar Artos.

Ia melanjutkan dengan menyatakan bahwa Ruben menawarkan pekerjaan yang melibatkan tugas menemaninya.

"'Kamu mau enggak kerja sama saya di sini nemenin aku?' Terus aku bilang 'Jadi apa Kak?' Jadi kata dia 'Jadi asisten tim'," ujarnya saat menceritakan kembali percakapan tersebut.

Artos mengklaim bahwa diskusi yang awalnya berfokus pada pekerjaan itu kemudian beralih menjadi ajakan yang bersifat pribadi. Ia menyebutkan adanya ajakan bagi Y untuk datang pada malam hari, dengan tawaran mengirimkan sopir untuk menjemputnya.

"Awalnya masih bahas tentang kerjaan, akhirnya muncul lah indikasi-indikasi dia itu menggoda gitu, kayak misalkan 'Udah sekarang dong malam ini datang ya,' sampai mau ngirim-ngirim driver untuk jemput dia," ungkapnya.

Baca juga: Syawal ABK Korban Penyiksaan di KM Maulana 23 Viral, Dipaksa Makan Bubur Campur Besi Hingga Disiram Air Panas!

Artos juga mengklaim bahwa rekaman tersebut memuat tawaran uang sebesar Rp10 juta sebagai imbalan untuk menemani Ruben di tempat tidur.

"Di dalam video itu ada ajakan kayak 'Sini dong jadi penjaga hati aku, udah kamu di sini aja kerja di sini aku bayar 10 juta.' Tapi itu plus sekaligus nemenin dia tidur, maksudnya jadi pendamping dia, makanya ada di video itu kayak 'Sini-sini nemenin aku bobok di sini'" ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan versi Artos mengenai isi percakapan itu. Konteks keseluruhannya masih perlu dinilai berdasarkan rekaman utuh dan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.

Y Mengaku Merekam Percakapan demi Perlindungan Diri

Artos menyatakan bahwa Y merekam layar saat panggilan video berlangsung karena khawatir fakta-fakta akan diputarbalikkan jika tawaran pekerjaan tersebut berujung pada masalah.

Menurutnya, rekaman itu awalnya disimpan sebagai bukti pribadi, bukan untuk disebarluaskan ke publik.

"Dia akhirnya punya inisiatif untuk merekam itu. Dia kan public figure, dia takut nih kalau sampai video ini nanti... diputarbalikkan fakta terus kemudian dia kerja ke sana terus dia diapa-apain, nah dia bersuara nih tapi enggak ada buktinya gitu," kata Artos.

Ia menegaskan bahwa rekaman tersebut pada awalnya hanya dimaksudkan sebagai langkah antisipasi.

"Direkamlah itu tapi tidak untuk tujuan apa-apa, untuk sebagai bukti dia aja tadinya... rekaman itu pun enggak pernah dipakai sama sekali dan kita juga enggak pernah satu orang pun enggak ada yang tahu selain dia dan aku," ujarnya.

Artos juga membantah tuduhan bahwa ia dan Y telah menerima suap untuk menjatuhkan Ruben.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST