Anggota Geng Motor Bawa Sajam di Makassar Bunuh Warga, 20 Orang Diamankan Kepolisian!
--
ASCOMAXX.com - Polisi akhirnya menangkap 20 anggota geng motor yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa bernama Akmal (24) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sebagian besar pelaku masih di bawah umur.
Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad, menyatakan bahwa ke-20 orang tersebut diamankan di berbagai lokasi di Kabupaten Maros pada Senin (5 Oktober) dini hari. Para anggota geng tersebut dilaporkan berasal dari Kabupaten Maros.
"Hari Senin tanggal 5 Oktober sekira pukul 03.00. (Diamankan) di Maros," ujar Jafar.
Jafar menyatakan bahwa penyidik Polrestabes Makassar segera menahan para pelaku untuk proses lebih lanjut. Pihak berwenang juga terus menyelidiki peran masing-masing pelaku.
Baca juga: Penerimaan Mahasiswa Baru UNSOED Tuai Kontroversi, KPK Periksa Warek Noor Farid dalam Dugaan Suap!
"20 orang yang diamankan namun penyidik masih mendalami peranan masing masing," jelasnya.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, pada hari Minggu (4 Oktober) sekitar pukul 03.35 WITA. Kejadian bermula saat korban dan teman-temannya sedang berkumpul di Jalan Dg Ramang, Kelurahan Pai.
"Selanjutnya datang kelompok pelaku menggunakan kurang lebih 12 sepeda motor dengan membawa senjata tajam berupa parang dan busur yang diduga akan menyerang kelompok korban," kata Jafar dalam keterangannya.
Kelompok korban melakukan perlawanan dan mengejar para pelaku ke arah Kabupaten Maros. Saat pengejaran berlangsung, Akmal dan Farel sedang dibonceng oleh teman-teman mereka.
Sesampainya di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, para korban mengalami kecelakaan lalu lintas. Akmal dan Farel terjatuh dari sepeda motor setelah kendaraan yang mereka tumpangi bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai oleh teman mereka sendiri.
"Motor yang dikendarai teman korban berboncengan dengan Akmal terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sepeda motor berboncengan Farel," ungkap Jafar.
Para pelaku kemudian memanfaatkan situasi tersebut. Kelompok geng motor tersebut, yang awalnya berniat kembali ke Maros, berbalik arah untuk mendatangi kedua korban yang tidak dapat melarikan diri setelah terjatuh.
Baca juga: Bupati Gowa Klaim Adanya Sabotase dalam Pemakzulannya, Husniah: 'Saya Belum Menerima Suratnya'
"Kelompok pelaku yang diduga berasal dari Maros melihat kejadian laka tersebut dan berputar balik, kemudian menyerang kelompok korban menggunakan parang dan busur," jelasnya.
Kedua korban yang menjadi sasaran mengalami luka parah. Akmal tewas di lokasi kejadian; jenazahnya ditemukan bersimbah darah di tepi jalan.
"Penganiayaan bersama-sama oleh kelompok dari Maros hingga mengakibatkan Akmal meninggal dunia di TKP dan Farel mengalami luka berat," ujar Jafar.
Akmal meninggal dunia akibat sabetan parang di punggung dan anak panah yang masih tertancap di kepalanya. Sementara itu, Farel saat ini sedang dirawat di rumah sakit setelah mengalami luka pada bagian kepala dan punggung.
"Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan medis secara forensik berupa visum et repertum atau autopsi," tambah Jafar.