Tuesday 14th of July 2026
×

Klarifikasi Lengkap Video Viral Petani di Tuban Terbang Pakai Drone, Pembuat Konten Minta Maaf dan Hapus Video

Klarifikasi Lengkap Video Viral Petani di Tuban Terbang Pakai Drone, Pembuat Konten Minta Maaf dan Hapus Video

--

Dilansir dari berbagai sumber, pria tersebut memastikan bahwa sosok yang terbang bergelantungan di bawah badan drone bukanlah dirinya pribadi, melainkan seorang kepala pekerja area bernama Daeman yang juga merupakan mitra tani binaannya di lapangan.

Aksi ekstrem menerbangkan manusia menggunakan pesawat nirawak tersebut diakuinya murni sebagai tindakan spontanitas demi kebutuhan hiburan konten media sosial di akun TikTok miliknya, @mbahkaruhon.


Baca juga: Tan Kian Jadi Sorotan, Pemeriksaan dari Kasus Asabri hingga Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Baca juga: Tan Kian Diperiksa Polisi, Status Taipan Properti Masih Sebagai Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Ia menegaskan, peristiwa itu bukanlah bagian dari prosedur operasional atau aktivitas pertanian harian perusahaan, melainkan berawal dari rasa penasaran pribadi untuk menguji batas daya angkat muatan unit teknologi tersebut.

Budianto menjelaskan bahwa perangkat penerbangan yang digunakan merupakan jenis drone pertanian berskala besar. Dalam operasional kebun sehari-hari, perangkat tersebut sejatinya dimanfaatkan sebagai alternatif logistik guna mengangkut material pupuk, bibit tanaman, serta menyemprotkan cairan pestisida menuju kebun pisang Cavendish yang areanya berlumpur dekat wilayah pantai dan sulit diakses oleh armada kendaraan darat biasa.

Sebelum merekam aksi tersebut, Budianto sempat melakukan modifikasi mekanis pada unit drone. Tandon wadah penyimpanan air serta mesin kompresor penyemprot bawaan dicopot untuk memangkas bobot kosong pesawat nirawak. Setelah itu, ia mengikatkan seutas tali tambang (*tampar*) di bagian bawah rangka bodi utama sebagai tumpuan bergelantungan pekerja.

"Awalnya hanya iseng, karena penasaran drone ini mampu mengangkat beban sekitar 60 sampai 70 kilogram, ternyata bisa," aku Budianto di hadapan petugas Humas Polres Tuban. Namun demikian, ia menyadari penuh bahwa memodifikasi fungsi alat logistik pertanian untuk mengangkut nyawa manusia adalah tindakan yang sangat ceroboh dan melanggar prosedur standar keselamatan penerbangan sipil.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST