Tuesday 7th of July 2026
×

Gelombang PHK Karyawan TikTok-Tokopedia yang Terjadi Besar-Besaran, Manajemen Ungkap Alasan Restrukturisasi Organisasi

Gelombang PHK Karyawan TikTok-Tokopedia yang Terjadi Besar-Besaran, Manajemen Ungkap Alasan Restrukturisasi Organisasi

--

Manajemen TikTok-Tokopedia memastikan bahwa seluruh hak-hak normatif dari karyawan yang terkena dampak pemangkasan ini akan dipenuhi secara penuh dan transparan. Perusahaan berkomitmen memberikan paket pesangon sesuai dengan ketentuan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, termasuk pemberian kompensasi tambahan di atas standar minimal undang-undang.

Selain kompensasi finansial, perusahaan juga menyediakan program transisi karier (outplacement program) bagi mantan karyawannya .


Baca juga: Profil Lengkap Ayden CoC S3, Si Jenius dari Harvard dengan Segudang Prestasi dan Bisnis!

Baca juga: Ani-Ani Blitar Siapa? Viral Diperbincangkan Warganet di TikTok dan Threads, Diduga Mantan Pegawai Bank Berinisial E

Program ini mencakup penyediaan layanan konseling karier, pelatihan penyusunan portofolio kerja, hingga akses eksklusif ke jaringan mitra industri teknologi guna membantu mereka mendapatkan peluang pekerjaan baru dalam waktu singkat. Fasilitas jaminan kesehatan komersial yang disediakan perusahaan juga dilaporkan tetap aktif selama beberapa bulan ke depan selama masa transisi.

Meskipun sedang melewati fase restrukturisasi organisasi internal yang cukup masif, manajemen menjamin bahwa operasional layanan aplikasi Tokopedia maupun TikTok Shop tidak akan mengalami gangguan sama sekali. Hubungan kemitraan dengan jutaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kepuasan pengalaman berbelanja para pengguna tetap diposisikan sebagai prioritas utama perusahaan .

Langkah perampingan ini diproyeksikan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan internal, menekan pengeluaran beban operasional (burn rate), serta memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi kompetisi ketat di industri e-commerce Asia Tenggara. Setelah integrasi ini, ByteDance selaku perusahaan induk TikTok memegang kendali atas mayoritas kepemilikan saham di entitas gabungan baru ini.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST