Indonesia dan Singapura Sepakati 26 Kerja Sama Strategis: Hasil Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Lawrence Wong
--
Salah satu poin paling krusial dalam klaster ekonomi-energi adalah peluncuran peta jalan (roadmap) untuk mendorong perdagangan listrik lintas batas. Sebagai komitmen nyata, Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan penunjukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mengawal dan mengimplementasikan seluruh proses komersial ekspor listrik bersih ke Singapura.
Langkah implementasi ini diperkuat lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bisnis antara CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dengan beberapa korporasi raksasa energi asal Singapura, termasuk Keppel, Singapore Energy Interconnections, dan Sembcorp milik Temasek Holdings. Kesepakatan ini mencakup megaproyek energi terbarukan, salah satunya Proyek Energi Surya Morowali di Sulawesi Tengah.
Daftar Dokumen Kerja Sama Utama yang Resmi Diteken
Prosesi pertukaran dokumen di hadapan kedua kepala negara melibatkan jajaran menteri kabinet serta pimpinan asosiasi bisnis nasional. Berikut adalah beberapa dokumen kesepakatan utama yang berhasil disepakati:
- Ketahanan Rantai Pasok: Pernyataan bersama (Joint Statement on Supply Chain Resilience) oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi PM Gan Kim Yong.
- Kredit Karbon: MoU kolaborasi perdagangan kredit karbon berdasarkan Pasal 6 Persetujuan Paris oleh Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat.
- Pertahanan & Keamanan: Pembaruan kerja sama dan implementasi pertahanan (Joint Update on Defence Cooperation) oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
- Infrastruktur Digital: MoU kerja sama digital strategis antara PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dengan Economic Development Board (EDB) Singapura.
- Kecerdasan Buatan (AI): Kemitraan pengembangan aplikasi Trade AI Advisor untuk UMKM antara Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dengan Singapore Business Federation.
Di luar sektor ekonomi makro dan energi, payung kemitraan 60 tahun hubungan diplomatik ini juga menyasar sektor sosial kemasyarakatan (people-to-people connectivity). Kedua negara mengumumkan pengaktifan kembali kelompok kerja bersama di bidang pendidikan dasar-menengah, regulasi produk kesehatan obat-obatan, program pertukaran petani muda (Young Farmers Development Program), hingga pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Melalui implementasi 26 kesepakatan ini, pemerintah Indonesia menargetkan percepatan transisi energi nasional yang adil sekaligus membuka keran investasi hijau bernilai miliaran dolar. Akses informasi resmi mengenai rincian draf perjanjian ini dapat dipantau publik melalui portal publik Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.