Teror Pocong Makin Marak di Berbagai Wilayah, Jadi Modus Baru Kriminal Hingga Perampokan!
--
ASCOMAXX.com - Malam di Cipondoh tiba-tiba dipenuhi bisikan ketakutan. Video dan laporan tentang "teror pocong" menyebar dengan cepat melalui grup WhatsApp warga. Dalam beberapa jam, kepanikan telah menyebar dari layar ponsel ke jalanan.
Polisi menduga keributan itu lebih dari sekadar mitos. Di balik sosok pocong yang muncul di jalanan gelap terdapat taktik kriminal yang diduga untuk menciptakan kepanikan sebelum pelaku melakukan pencurian atau perampokan.
Baca juga: Nasib Guru Honorer Jatim Temui Titik Terang, Pemprov dan DPRD Jatim Siap Carikan Solusi!
Menariknya, taktik ini tetap efektif di era digital. Di era kamera keamanan, peta digital, dan kecerdasan buatan, manusia modern masih dapat lumpuh oleh siluet putih sederhana di tengah jalan yang remang-remang.
Pada titik itu, makna "pocong" bergeser. Itu bukan lagi sekadar hantu dari cerita lama, tetapi alat pengalihan psikologis yang dirancang untuk menimbulkan kejutan instan, memecah konsentrasi, dan mengejutkan korban dalam sepersekian detik.
Kepanikan kolektif menyebar lebih cepat daripada penyelidikan polisi yang dapat mengklarifikasi situasi. Begitu rasa takut menguasai, logika seringkali mengesampingkan respons spontan tubuh manusia.
Metode Lama dan Berulang
Baca juga: Ketua GRIB Jaya Hercules Dilaporkan Terkait Kasus Penyekapan, Kasus Memanas Tuai Kontroversi!
Jika dipikir-pikir, taktik manipulasi visual semacam ini sebenarnya bukanlah hal baru. Polanya berulang dan berevolusi. Pada tahun 2017, warga Surabaya dikejutkan oleh aksi sekelompok remaja berpakaian hantu (pocong) yang menghentikan pengemudi untuk membuat lelucon dan menarik perhatian.