Teror Pocong Makin Marak di Berbagai Wilayah, Jadi Modus Baru Kriminal Hingga Perampokan!
--
Kepala Kepolisian Tangerang, Komisaris Besar Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan laporan teror yang belum terverifikasi.
"Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana," kata Indra.
Baca juga: Kondiri Terbaru Richard Lee Usai jadi Tahanan, Persidangan Siap Digelar Kembali!
Sebagai tanggapan, patroli malam dan pagi telah diperkuat, melibatkan Bhabinkamtibmas (polisi komunitas), Babinsa (pengawas desa), dan pemerintah daerah. Warga juga didorong untuk melanjutkan patroli malam atau pengawasan masyarakat (siskamling) untuk membatasi kebebasan bergerak para pelaku kejahatan.
Namun, menurut Derajad, menangani kasus seperti ini tidak cukup hanya dengan patroli polisi. Perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat agar mereka memahami bahwa teror mistis ini seringkali berujung pada kejahatan.
"Yang pertama adalah menunjukkan pola bahwa ending dari kasus-kasus seperti ini adalah kriminalitas. Ending-nya adalah orang saling menipu. Ini tidak pernah diperkenalkan oleh polisi," tegas Drajad.
Baca juga: Ketua GRIB Jaya Hercules Dilaporkan Terkait Kasus Penyekapan, Kasus Memanas Tuai Kontroversi!
Tanpa kesadaran rasional dari masyarakat, Drajad percaya bahwa jenis teror ini akan terus menemukan lahan subur. Hal ini karena yang dieksploitasi oleh para pelaku sebenarnya bukanlah hantu, melainkan ketakutan manusia itu sendiri.