Kenapa Film Pesta Babi Viral? Ini Sinopsis dan Alasan Pembubaran Nobar di Berbagai Kampus yang Menuai Banyak Kritik
--
ASCOMAXX.com - Media sosial tengah diramaikan oleh perbincangan mengenai sebuah film dokumenter berjudul "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita". Film ini menjadi viral bukan hanya karena kontennya yang kritis, tetapi juga karena serangkaian aksi pembubaran paksa acara nonton bareng (nobar) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data terkini Mei 2026, film ini telah memicu perdebatan luas terkait kebebasan berekspresi dan situasi sosial-politik di wilayah Indonesia Timur. Tagar terkait film ini terus menduduki jajaran trending topic di platform X dan TikTok seiring dengan laporan intimidasi terhadap penyelenggara diskusi publik.
Baca juga: Link Video Mesum Sejoli di Rel Jatinegara Ramai di X, Satpol PP Lakukan Pengamanan!
Sinopsis: Menguak Realitas di Papua Selatan
Film "Pesta Babi" merupakan karya dokumenter investigatif hasil kolaborasi antara Watchdoc, Ekspedisi Indonesia Baru, Jubi Media, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia. Disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono bersama Cypri Paju Dale, film ini mengambil latar di wilayah Papua Selatan, meliputi Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.
Secara garis besar, film berdurasi sekitar 95 menit ini mengangkat isu-isu berikut:
- Perjuangan Masyarakat Adat: Mendokumentasikan masyarakat suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu yang berupaya mempertahankan tanah leluhur mereka.
- Proyek Strategis Nasional (PSN): Menyoroti dampak ekspansi industri bioetanol, tebu, dan sawit yang memicu deforestasi skala besar di hutan adat Papua.
- Kritik Sosial: Menggambarkan paradoks pembangunan yang dianggap mengabaikan hak-hak dasar masyarakat lokal serta dugaan militerisasi dalam pengamanan investasi.
Judul "Pesta Babi" sendiri diambil dari tradisi budaya suku Muyu sebagai simbol identitas adat, sekaligus digunakan sebagai metafora atas "perebutan" sumber daya alam Papua oleh pihak-pihak tertentu.