Kenapa Film Pesta Babi Viral? Ini Sinopsis dan Alasan Pembubaran Nobar di Berbagai Kampus yang Menuai Banyak Kritik
--
Penyebab utama viralnya film ini di tingkat nasional adalah aksi pembubaran nobar oleh aparat dan pihak kampus di beberapa daerah, seperti di Universitas Mataram (Unram), Universitas Pendidikan Mandalika, hingga Ternate. Alasan pembubaran yang sering dikemukakan adalah demi menjaga "kondusivitas" dan mencegah potensi isu SARA atau separatisme.
Tindakan ini menuai kecaman dari berbagai organisasi HAM, termasuk Komnas HAM dan YLBHI, yang menilai pembubaran tersebut sebagai bentuk pembungkaman ruang akademik dan pelanggaran terhadap hak warga negara untuk mendapatkan informasi melalui karya seni.
Baca juga: Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Didakwa Kasus Korupsi Impor, Begini Kronologinya!
Baca juga: Kericuhan Demo di Pendopo Indramayu Memanas, Warga Lempari Ular Karena Tak Ditemui Bupati!
Peristiwa pembubaran pertama dilakukan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unram, Sujita bersama puluhan satpam kampus, pada Kamis (7/5) sekitar pukul 18.55 WITA.
Sujita beralasan film dokumenter yang mengupas dampak deforestasi hingga perampasan tanah adat di Papua itu tidak layak ditonton. Ia lantas meminta para mahasiswa untuk membatalkan pemutaran film itu.
"Film ini saya kira kurang baik untuk ditonton," ujarnya kepada wartawan, Jumat (8/5).
Sujita mengklaim pembubaran nobar film 'Pesta Babi' itu dilakukan atas perintah Rektor Unram, Sukardi. Ia lantas menyarankan mahasiswa untuk menonton pertandingan sepakbola atau film lainnya.
"Saya menolak demi menjaga kondusivitas dan supaya tidak ada ketersinggungan antara kita," tuturnya.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti pelarangan pemutaran film dokumenter "Pesta Babi" karya Dandhy Dwi Laksono di sejumlah daerah.Pelarangan nonton bareng (nobar) tersebut menjadi sorotan publik lantaran alasan administratif perizinan serta keterlibatan aparat militer dalam penindakan di lapangan. Puan menegaskan DPR akan menindaklanjuti permasalahan ini dengan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait.