Thursday 7th of May 2026
×

Kiai Cabul Ponpes Ndolo Kusumo Diringkus Kepolisian, Ditemukan di Wonogiri Setelah Kabur!

Kiai Cabul Ponpes Ndolo Kusumo Diringkus Kepolisian, Ditemukan di Wonogiri Setelah Kabur!

--

ASCOMAXX.com - Setelah beberapa hari buron, pelaku yang terduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang santri di sebuah pondok pesantren (Ponpes) akhirnya ditangkap polisi. Pelaku, yang diidentifikasi sebagai Ashari, ditangkap di Kabupaten Wonogiri pada dini hari Kamis (7/05/26), sekitar pukul 04.00 WIB.

Penangkapan tersebut menyusul pengejaran intensif yang dilakukan oleh Unit Investigasi Kriminal (KPI) Kepolisian Kota Pati (Satreskrim) sejak 4 Mei 2026.


Baca juga: Video Dua Sejoli Mesum di Bundaran GKB Gresik Viral, Tuai Kecaman Hingga Ramai jadi Buruan!

Baca juga: Permintaan Maaf Polda Kalsel Usai AKBP Saharudin Merokok saat Menyetir, Ungkap Sudah Memberi Sanksi!

Selama pelariannya, tersangka dilaporkan berpindah-pindah lokasi untuk menghindari polisi. Kepala Kepolisian Kota Pati, melalui Kepala KPI, Komisaris Dika Hadian Widya Wiratama, membenarkan penangkapan tersebut.

"Alhamdulillah sudah tertangkap,” katanya saat dihubungi.

Menurutnya, polisi terus melacak tersangka yang telah berpindah-pindah wilayah dari Provinsi Jawa Tengah ke Provinsi Jawa Barat.

Ashari dilaporkan berada di Kabupaten Kudus, kemudian pergi ke Bogor, Jakarta, dan selanjutnya kembali ke Surakarta sebelum akhirnya ditangkap di Kabupaten Wonogiri.

Baca juga: Siswi Berhijab di SMKN 2 Garut Rambutnya Dipotong Paksa, KPAI Imbau Lakukan Evaluasi!

"Sekarang berhasil diamankan dan akan kami bawa ke Mapolresta Pati," tambahnya.

Kasus ini mendapat perhatian publik yang luas setelah Ashari diidentifikasi sebagai tersangka dalam dugaan pelecehan seksual terhadap seorang santri di sebuah pesantren di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

++++

Pengacara korban, Ali Yusron, menyatakan bahwa jumlah korban diperkirakan antara 30 hingga 50 orang. Namun, polisi baru menerima lima laporan sejauh ini.

Baca juga: Siswi Berhijab di SMKN 2 Garut Rambutnya Dipotong Paksa, KPAI Imbau Lakukan Evaluasi!

Baca juga: Permintaan Maaf Polda Kalsel Usai AKBP Saharudin Merokok saat Menyetir, Ungkap Sudah Memberi Sanksi!

Tersangka diyakini telah menggunakan doktrin ketaatan santri kepada kyai untuk melakukan perbuatannya. Taktik ini diyakini telah digunakan dalam lingkungan pesantren, sehingga menghalangi perlawanan korban.

Sebelum penangkapannya, Ashari dilaporkan menolak untuk memberikan keterangan kepada polisi. Sikap tidak kooperatif ini mendorong pihak berwenang untuk segera melancarkan pencarian setelah tersangka menghilang dari kediamannya.

Dugaan pelecehan seksual terhadap seorang santriwati menarik perhatian berbagai pihak, mulai dari cabang Pati Nahdlatul Ulama (UNPC) hingga beberapa tokoh publik nasional.

Baca juga: Siswi Berhijab di SMKN 2 Garut Rambutnya Dipotong Paksa, KPAI Imbau Lakukan Evaluasi!

Beberapa tokoh publik menyoroti kasus ini, termasuk Gibran Rakabuming Raka, Puan Maharani, dan Hotman Paris Hutapea. Masyarakat juga menuntut agar proses hukum dilakukan secara transparan dan semua korban mendapatkan perlindungan serta bantuan hukum dan psikologis.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST