Isi Chat Oknum Guru Besar Unpad Viral di Media Sosial, Dimintai Foto Bikini Hingga Kalimat Vulgar!
--
ASCOMAXX.com - Media sosial kembali gempar dengan Isi Chat Oknum Guru Besar Unpad yang kini ramai dibahas. Pada ulasan dibawah ini kami akan membagikan informasi lengkapnya yang dilansir dari berbagai sumber.
Tuduhan pelecehan seksual mencuat kembali, kali ini melibatkan anggota guru besar universitas, termasuk seorang profesor di Universitas Padjadjaran (UNPAD). Sebuah pesan obrolan beredar tentang seorang profesor yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswa pertukaran.
Baca juga: Adegan Mesum di Pentas Teater UM Malaysia Viral, Mendikti Turun Tangan Langsung!
Baca juga: Profil Kekayaan Hery Susanto Terungkap, Ketua Ombudsman Kini Resmi Ditangkap Kejagung!
Merasa tidak nyaman, mahasiswa tersebut akhirnya memblokir akun tersebut. Semuanya dimulai ketika profesor UNPAD mengirim pesan langsung (DM) meminta foto mahasiswa tersebut mengenakan bikini atau pakaian renang.
"I need your photo, When Swim in the Phuket beach, wearing bikini," bunyi salah satu pesan yang beredar.
Mahasiswa tersebut menolak dan menolak untuk membagikan informasi apa pun tentang privasinya. Kemudian, profesor tersebut mengirim pesan lain beberapa kali, bersikeras meminta foto bikini.
"I miss you, how are you?" bunyi pesan tersebut.
"I am still waiting your bikini style," tambahnya.
Menanggapi kasus ini, Rektor UNPAD, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, mengeluarkan pernyataan. Universitas telah memutuskan untuk menskors profesor yang baru dipekerjakan tersebut.
"Menyikapi berbagai pemberitaan mengenai terjadinya kekerasan seksual di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami mengucapkan rasa prihatin dan penyesalan yang mendalam atas kejadian tersebut. Kejadian ini tentu saja merupakan hal yang tidak dapat kita toleransi.
Universitas mengambil sikap tegas untuk tidak mentolerir segala bentuk kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus," kata Rektor dalam sebuah video.
Baca juga: Klarifikasi Anak Bupati Malang, Usai Dilantik Sang Ayah jadi Kadis LH
Universitas menerima pengaduan tentang kasus tersebut. Rektor lebih lanjut menyatakan bahwa profesor yang bersangkutan telah diskors.