Selat Hormuz Dibuka, Iran Berikan Pengumumman Resmi Melalui Menteri Luar Negeri!
--
Sementara itu, Iran telah memperingatkan bahwa tidak ada pelabuhan di wilayah tersebut yang akan aman jika keamanan negara terancam.
Baca juga: Viralkan Live Sidang Pelaku Pelecehan 16 Mahasiswa UI, Dikidoy Kini Viral jadi Sorotan Netizen!
Baca juga: Open Recruitment PT Pegadaian April 2026: Cek Syarat Hingga Cara Pendaftarannya!
Menurut peringatan yang dikeluarkan oleh CENTCOM kepada para pelaut dan dirilis oleh kantor berita Reuters, kapal yang memasuki atau meninggalkan area yang diblokir tanpa izin akan dicegat, dialihkan, atau ditahan.
Namun, kapal yang membawa makanan dan obat-obatan masih diizinkan lewat, asalkan menjalani proses inspeksi. Citra satelit menunjukkan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln telah siaga di Teluk Oman bagian timur, sekitar 200 km selatan perairan Iran, sejak Sabtu (11 April).
Selain kapal induk, angkatan bersenjata AS telah mengerahkan dua kapal perusak rudal berpemandu.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran setelah para negosiator dari kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan di Islamabad untuk mengakhiri perang.
"Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan mendapat jalur aman di laut lepas," tulis Trump di akun Twitter-nya.
Ia juga menyatakan bahwa AS akan terus menyingkirkan ranjau dari Selat Hormuz untuk memastikan keselamatan kapal-kapal sekutu. Angkatan bersenjata AS, tambahnya, "siap tempur" dan siap untuk melanjutkan serangan terhadap Iran pada "saat yang tepat."