Perjalanan Karir Politik Nusron Wahid Sebelum Menjelma Menjadi Politikus Senior Hingga Menjadi Menteri Kabinet Prabowo Subianto
--
ASCOMAXX.com - Nama Nusron Wahid kini tengah berada di panggung utama perhatian publik nasional. Kiprahnya kembali menjadi sorotan tajam setelah ditunjuk dan dilantik menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam jajaran kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Politikus senior yang memiliki rekam jejak panjang di dunia politik, organisasi keagamaan, dan birokrasi ini dinilai memiliki profil yang kompleks dan penuh warna di panggung politik Indonesia. Lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 12 Oktober 1973, Nusron Wahid menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia (UI) dengan mengambil jurusan Ilmu Sejarah. Semasa kuliah, ia dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang sangat vokal.
Baca juga: Spesifikasi Honor Win 2 Series, HP Gaming yang Raih Skor AnTuTu 5,7 Juta Dilengkapi Kipas Pendingin!
Jiwa kepemimpinannya terasah melalui keterlibatannya yang aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sebuah organisasi kemahasiswaan yang berafiliasi erat dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Puncak karier organisasinya di lingkungan kepemudaan terjadi ketika ia terpilih sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk periode 2011–2016. Di bawah kepemimpinannya, GP Ansor semakin mengukuhkan posisinya sebagai benteng toleransi dan penjaga nilai-nilai kebangsaan. Pengaruhnya di kalangan warga Nahdliyin juga membawanya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022–2024.
Baca juga: 6 Titik Demo Mahasiswa Hari Ini 20 Oktober 2026, Waspada Kemacetan! Simak Rekayasa Lalu Lintas Ini
Belakangan ini, profilnya tengah menjadi sorotan publik yang luas karena namanya dipanggil sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Berikut profil singkatnya: