Thursday 8th of October 2026
×

Memanas! DPRD Jatim Desak Kasus Dugaan Asusila Guru di Kangean Diusut Cepat dan Transparan

Memanas! DPRD Jatim Desak Kasus Dugaan Asusila Guru di Kangean Diusut Cepat dan Transparan

--

ASCOMAXX.com – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai desakan DPRD Jatim atas kasus pencabulan Guru SD di Kangean yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terbarunya! 

Kasus dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang guru SD di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, mendapat perhatian dari DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi E DPRD Jatim, Indriani Yulia Mariska, meminta aparat penegak hukum menangani perkara tersebut secara cepat, serius, dan terbuka.


Desakan itu muncul setelah jumlah siswi yang memberikan keterangan terkait perkara tersebut bertambah. Guru berinisial MR (43), yang disebut juga menjadi wali kelas di salah satu SD Negeri di Arjasa, kini dikaitkan dengan keterangan dari sembilan siswi yang diduga menjadi korban.

Baca juga: Menilik Spesifikasi Lengkap Hyundai All-New Kona Electric, SUV Listrik Futuristik dengan Baterai Lokal

Indri menilai dugaan kasus tersebut sangat memprihatinkan karena terjadi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman bagi anak, sementara guru memiliki tanggung jawab untuk mendidik sekaligus melindungi siswa.

“Kami di Komisi E DPRD Jatim mengecam keras tindakan amoral yang dilakukan oleh oknum guru berinisial MR ini. Ini adalah kejahatan luar biasa yang merusak masa depan anak-anak kita. Seorang guru yang seharusnya mendidik dan melindungi malah menjadi predator bagi anak didiknya sendiri,” ujar Indri pada Minggu (4/10/2026).

Selain meminta proses hukum segera dituntaskan, Indri juga menekankan pentingnya memastikan seluruh korban memperoleh keadilan. Ia meminta aparat tidak mengabaikan hak-hak anak yang diduga terdampak dalam perkara tersebut.

Baca juga: Mengenal Profil Lengkap Emil Audero Mulyadi: Penjaga Gawang Keturunan NTB yang Menjadi Pahlawan Juara Timnas Garuda

Perhatian juga diarahkan pada kondisi psikologis para siswi. Indri meminta Dinas Pendidikan serta lembaga terkait memberikan pendampingan secara intensif, mengingat sebagian anak yang diduga menjadi korban kini telah melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP dan SMA.

“Pendampingan psikologis mutlak diperlukan untuk memulihkan trauma mental para korban. Pemerintah daerah dan instansi terkait harus hadir memastikan hak-hak pemulihan korban terpenuhi dengan baik,” tegasnya.

Berdasarkan perkembangan perkara yang disampaikan Indri, kasus tersebut awalnya dilaporkan oleh tiga mantan siswi yang kini bersekolah di tingkat SMP. Selanjutnya, enam siswi lain yang saat ini duduk di bangku SMA juga memberikan keterangan kepada kepolisian. Dengan tambahan tersebut, total siswi yang telah memberikan keterangan mencapai sembilan orang.

Baca juga: Kronologi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Lampung, Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Indri menegaskan penanganan perkara tidak semestinya hanya berfokus pada proses hukum terhadap terduga pelaku. Menurutnya, pemerintah dan lembaga terkait juga harus memastikan perlindungan serta pemulihan bagi para anak yang diduga menjadi korban berjalan secara berkelanjutan.

Ia berharap proses hukum dapat dilakukan secara transparan dan cepat sehingga memberikan kepastian serta keadilan bagi seluruh pihak yang terdampak. Di saat bersamaan, perhatian terhadap pemulihan psikologis para siswi dinilai harus menjadi bagian penting dalam penanganan kasus tersebut.

Itu dia informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST