Viral! BEM UI Bapis Hafidz Hernanda Diserang OTK di Tebet, Pelaku Hingga Kini Belum Terungkap
--
ASCOMAXX.com - Hafidz Hernanda—Koordinator Sosial-Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), yang akrab disapa Bapis—dikabarkan diserang oleh orang tak dikenal di kawasan Tebet Barat, Jakarta Selatan, sekitar pukul 23.50 WIB.
Berdasarkan laporan yang beredar, Hafidz mengalami kekerasan setelah diserang oleh sekelompok orang tak dikenal. Dalam peristiwa tersebut, korban dilaporkan ditendang hingga terjatuh dari sepeda motornya. Selanjutnya, para pelaku diduga memukuli Hafidz dan mengancam akan membunuhnya.
Baca juga: Pesta Narkoba di di Rutan Depok Terbongkar Viral, 22 Napi dan 2 Petugas Kini Diperiksa!
Para pelaku juga dilaporkan mengambil ponsel Hafidz; informasi menyebutkan bahwa ponsel tersebut—beserta fitur "Find My Device"-nya—dinonaktifkan sekitar 15 menit setelah kejadian. Akibat serangan itu, Hafidz dilaporkan mengalami sejumlah luka dan memar.
Informasi yang dilansir dari disway.id, Kabar mengenai serangan terhadap pengurus BEM UI ini menarik perhatian luas, terutama karena korban dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan politik mahasiswa.
Ciri-ciri pelaku yang beredar dalam laporan menyebutkan bahwa mereka mengenakan jaket hoodie hijau dan masker, serta memiliki postur tubuh tegap. Pelaku utama diduga tidak beraksi sendirian; ia dikabarkan didampingi oleh dua rekannya yang berjaga di dekat lokasi.
Polda Metro Jaya juga telah memberikan tanggapan terkait dugaan serangan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan keprihatinannya atas insiden yang menimpa mahasiswa BEM UI tersebut.
"Terus terkait ini, adanya kejadian penyerangan terkait tentang salah satu mahasiswa dari BEM UI. Ini kita sangat prihatin atas insiden yang terjadi," ujar Budi.
Budi menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menyelidiki dugaan pemukulan atau penganiayaan yang terjadi di kawasan Tebet tersebut.
"Tentunya kami dari Polda Metro Jaya akan mendalami peristiwa ini yang kejadian di Tebet, adanya pemukulan ataupun dugaan penganiayaan kepada salah satu dari organisasi mahasiswa," ungkapnya.
Baca juga: Gudang Kimia di Mundu Cirebon Ludes Terbakar, Diduga Berawal dari Ledakan Drum Bahan Kimia
Pihak kepolisian juga berharap korban atau pihak terkait segera membuat laporan resmi mengenai kejadian tersebut. Meskipun laporan formal belum diterima, Polda Metro Jaya menyatakan akan melakukan penyelidikan awal untuk mengungkap fakta di balik dugaan penganiayaan tersebut.
"Dan kami juga berharap dari korban ataupun pihak-pihak tertentu untuk bisa dapat menyampaikan laporan, tetapi sebelum laporan itu ada, tetap Polda Metro Jaya akan melakukan pendalaman, penyelidikan, akan mengumpulkan beberapa barang-barang bukti untuk melakukan pengungkapan terkait tentang dugaan penganiayaan terhadap salah satu mahasiswa," ujar Budhi.
Polda Metro Jaya menyatakan akan memberikan informasi terkini mengenai perkembangan kasus ini setelah penyelidikan awal dilakukan.
"Nanti akan kami update kepada teman-teman perkembangan terkini," kata Budhi.