Tuesday 6th of October 2026
×

Pesta Narkoba di di Rutan Depok Terbongkar Viral, 22 Napi dan 2 Petugas Kini Diperiksa!

Pesta Narkoba di di Rutan Depok Terbongkar Viral, 22 Napi dan 2 Petugas Kini Diperiksa!

--

ASCOMAXX.com - Rumah Tahanan (Rutan) Depok sedang menyelidiki dugaan adanya sekelompok pria yang menari dan mengonsumsi narkoba di sebuah ruangan yang diklaim berada di dalam fasilitas pemasyarakatan di wilayah Depok.

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan beberapa pria di dalam ruangan; salah satunya tampak memegang botol yang diduga sebagai alat isap sabu (bong). Mereka juga terlihat menari diiringi musik keras.


Keterangan dalam video tersebut menyebutkan bahwa kejadian itu berlangsung di fasilitas pemasyarakatan Depok.

Informasi yang dilansir dari detik.com, Kepala Rutan Depok, Ario Galih Maduseno, menyatakan bahwa penyelidikan saat ini sedang berlangsung. Sebanyak 22 warga binaan dan dua orang petugas sedang dimintai keterangan terkait masalah ini.

Baca juga: Gudang Kimia di Mundu Cirebon Ludes Terbakar, Diduga Berawal dari Ledakan Drum Bahan Kimia

"Kalau kita pemeriksaan di kamar itu ada kurang lebih 22 warga binaan dan yang kami dalami lagi ada sekitar 3 sampai 4 orang," ujar Ario, sebagaimana dikutip oleh detikcom pada hari Minggu (4 Oktober).

Ario menjelaskan bahwa dua orang petugas sedang diperiksa terkait insiden tersebut. Ia juga membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi di Rutan Depok.

"Untuk sementara ini 2 orang (diperiksa)," ujarnya.

"Jelas petugas kami, pegawai Rutan Depok. Posisinya ada di jajaran satuan pengamanan dan staf di bimbingan kerja," tambahnya.

Ario menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada kepolisian serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk meminta arahan dan menentukan langkah penanganan situasi tersebut.

"Langkah-langkah penanganan sudah secara tepat kami lakukan. Termasuk langkah pelaporan ke pihak kepolisian terkait dugaan adanya petugas membantu memfasilitasi pelanggaran seperti yang dilaporkan atau yang ramai beredar," jelasnya.

"Kami juga melaporkan kepada kepala kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendapatkan arahan dan langkah penanganan," tambahnya.

Ia menyatakan bahwa penyelidikan akan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Kantor Wilayah Jawa Barat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dan Rutan Depok. Hal ini bertujuan untuk mengungkap fakta dan menentukan langkah selanjutnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Kami juga berkomitmen untuk bersikap transparan dan responsif; siapa pun yang terbukti terlibat dalam pelanggaran akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, Rutan Depok berkomitmen untuk memerangi peredaran gelap narkoba," pungkasnya.

Ia menyatakan bahwa penyelidikan akan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari perwakilan Kantor Wilayah Jawa Barat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dan Rutan Depok.

Langkah ini bertujuan untuk mengungkap fakta dan menentukan tindakan selanjutnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca juga: Gudang Kimia di Mundu Cirebon Ludes Terbakar, Diduga Berawal dari Ledakan Drum Bahan Kimia

"Kami juga berjanji untuk transparan dan responsif, siapa pun yang terbukti terlibat melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Dan kami Rutan Depok berkomitmen perang terhadap peredaran gelap narkoba," pungkasnya.

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan beberapa pria di dalam sebuah ruangan. Salah satu dari mereka tampak memegang botol yang diduga sebagai alat isap sabu-sabu (bong).

Mereka juga terlihat sedang berjoget diiringi musik yang keras. Keterangan dalam video tersebut menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di Rutan Depok.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST