Mengenal Mbah Riyan: Kuli Bangunan Asal Kudus Tolak MUI Award 2026 Demi Jaga Keikhlasan Hati
--
ASCOMAXX.com – Sosok Ibnu Harjo Al-Jawi atau yang akrab disapa Mbah Riyan mendadak viral di media sosial. Ulama pakar penyunting kitab klasik (muhaqqiq) asal Kudus yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan ini menjadi sorotan setelah secara mengejutkan menolak penghargaan bergengsi MUI Award 2026 demi menjaga keikhlasan.
Pria paruh baya asal Kudus, Jawa Tengah, yang sehari-hari menyambung hidup sebagai kuli bangunan dan tukang panggul ini ternyata merupakan seorang ulama muhaqqiq atau pakar peneliti kitab klasik tingkat dunia. Namanya kian menjadi buah bibir setelah ia secara mengejutkan memilih menolak penghargaan bergengsi MUI Award 2026.
Baca juga: Baru Menjabat, Ini Profil Bupati Pemalang Eks BUMN Tersangka KPK hingga Kantor Dinas PUPR Disegel
Di kalangan akademisi turats (kitab kuning) internasional, Mbah Riyan lebih dikenal dengan nama pena Ibnu Harjo Al-Jawi. Tanpa banyak diketahui oleh warga di sekitar tempat tinggalnya, ia telah melahirkan sedikitnya 12 jilid kitab besar serta lebih dari 100 naskah ilmiah.
Karya-karyanya sebagian besar berupa tahqiq (penyuntingan kritis teks klasik) dan ta'liq (catatan penjelas) terhadap kitab-kitab arab gundul kuno yang menjadi rujukan para peneliti di Timur Tengah.
Keterbatasan ekonomi dan beratnya pekerjaan fisik sebagai buruh bangunan sama sekali tidak menyurutkan semangat literasinya. Di sela-sela waktu istirahat memegang cangkul dan semen, Mbah Riyan mencurahkan energinya untuk meneliti lembar demi lembar manuskrip keislaman.
Karena kontribusinya yang luar biasa bagi khazanah ilmu pengetahuan Islam tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat memutuskan untuk menganugerahinya penghargaan MUI Award 2026 untuk kategori Karya Tulis Islam.