PT RANS Entertainment Indonesia Resmi IPO, Kepercayaan Investor Meningkat Hingga Oversubscribed
--
Dari sisi penjamin emisi, Direktur Trimegah Sekuritas Indonesia, David Agus, menilai valuasi RANS tidak dapat diukur hanya dengan indikator keuangan konvensional seperti PER atau PBV.
Baca juga: Innalillahi! Kecelakaan Maut KA Logawa Relasi Purwokerto–Ketapang Memakan Satu Korban Jiwa
Baca juga: Jadi Lokasi ke-13 Penggeledahan, Polda Metro Jaya Kembali Geledah Sebuah Ruko di Kawasan Cipete
Menurutnya, aset utama RANS yakni kreativitas yang menghasilkan pengaruh (influence) serta basis pengikut (followers) yang besar.
Kepercayaan investor terhadap RANS juga sudah terlihat sejak 2021, ketika Emtek masuk sebagai investor dengan nilai investasi sekitar Rp248 miliar untuk 17-18 persen saham. Saat itu, valuasi RANS berada di angka Rp1,3 triliun dan kini sudah berkembang melampaui Rp2 triliun.
Pasca IPO, struktur kepemilikan saham RANS didominasi oleh Raffi Farid Ahmad sebesar 62,93 persen. Porsi kepemilikan lainnya diisi oleh publik (20,02%), PT Indonesia Entertainmen Grup (7,23%), kemudian sejumlah nama seperti Dony Oskaria, Kaesang Pangarep (0,91%), dan Nagita Slavina (0,99%).
Pada hari pertama perdagangan, saham RANS dibuka menguat. Minat investor juga tinggi. Selama masa penawaran umum, IPO RANS mengalami kelebihan permintaan yakni oversubscribed dengan hampir satu juta investor mengikuti pemesanan saham.
Ia juga menegaskan bahwa ketergantungan terhadap figur pendiri mulai berkurang seiring dengan diversifikasi pendapatan yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kekayaan intelektual (IP) pribadi Raffi Ahmad maupun Nagita Slavina.