Dr Adrian Rantung Meninggal Dunia Usai Alami Bullying, Kegiatan PDDS di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Ditutup Sementara
--
ROOT ASCOMAXX - Berikut ini akan kami sampaikan informasi mengenai wafatnya dr Adrian Rantung yang wajib kamu tahu. Simak informasi selengkapnya yang sudah kami rangkum di sini!
Kabar duka datang dari dunia kedokteran. DR, Adrian Rantung dikabarkan meninggal dunia. Dokter muda tersebut menghembuskan nafas terakhirnya di pada bulan Juli 2026. Beredar kabar bahwa dirinya meninggal akibat dari bullying yang ia terima selama menempuh karir kedokteran.
Ingin tahu lebih lanjut? Baca artikel ini sampai habis ya!
Baca juga: KucingMu Muhammadiyah Resmi Diluncurkan, Kini Anabul Kesayangan Punya KTAM Untuk Pemeriksaan Gratis!
Penyebab Meninggalnya dr Adrian Rantung
Seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dr Adrian Rantung dikabarkan meninggal dunia. Ia diduga mengalami perundungan (bullying) selama bertugas di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.
Peristiwa bermula ketika dr. Adrian dijadwalkan menjalani tugas jaga di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Namun, pada hari pelaksanaan tugas tersebut, ia tidak hadir sebagaimana mestinya dan juga tidak dapat dihubungi oleh rekan-rekan sejawatnya. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran karena ketidakhadiran tanpa kabar bukan merupakan hal yang lazim dalam pelaksanaan tugas pelayanan rumah sakit.
Setelah berbagai upaya menghubungi tidak membuahkan hasil, sejumlah rekan sejawat kemudian memutuskan untuk mendatangi tempat tinggal dr. Adrian di sebuah rumah kos di Kota Manado guna memastikan keadaannya.
Sesampainya di lokasi, rekan-rekan sejawat menemukan dr. Adrian telah meninggal dunia di dalam kamar kosnya. Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan penanganan sesuai prosedur.
Berdasarkan informasi yang beredar, salah satunya dikutip dari akun X @chaaaaww, pada tahap awal, ditemukan sebuah pesan tertulis yang diduga berisi curahan hati mengenai tekanan, kelelahan, serta beban kerja selama menjalani pendidikan dokter spesialis.