VIRAL! Video MBG Garut Jadi Bahan Cibiran Netizen Usai Kaitkan Program Makan Bergizi Gratis dengan Surah Al-Baqarah!
--
ROOT ASCOMAXX - Berikut adalah informasi mengenai Video MBG Garut yang sedang ramai di media sosial. Simak terus artikel di bawah ini biar kamu nggak ketinggalan informasi lengkapnya!
Belakangan ini banyak sekali kabar menghebohkan yang membuat warganet geleng-geleng kepala. Salah satu berita menghebohkan tersebut adalah sebuah video viral yang berisi orasi seorang relawan MBG. Video tersebut viral pasalnya, relawan tersebut menarasikan keterkaitan MBG dengan ayat-ayat di Al-Quran.
Ingin tahu lebih lanjut? baca artikel ini sampai habis ya!
Baca juga: Profil Jihan Audy Lengkap, Penyanyi Asal Mojokerto yang Digadang Menjadi Penerus Via Vallen!
Baca juga: Profil Derrick CoC S3, Mahasiswa National University of Singapore dengan Segudang Medali
Baca juga: NPD Resmi Gelar Konser NPD World Tour 2026 : Gebrakan Live Streaming 72 Jam Non-Stop di 12 Titik
Video MBG Garut Viral
Baru-baru ini beredar di media sosial sebuah video yang menunjukan adanya aksi demo di Garut, Jawa Barat. Video tersebut langsung viral dalam sekejap. Pasalnya, dalam video yang berdurasi 20 detik tersesbut menggaungkan pernyataan yang mengaitkan Program MBG dengan Surah Al-Baqarah ayat 168.
Dalam video yang beredar, orator menyampaikan bahwa masyarakat diperintahkan mengonsumsi makanan yang halal dan baik (thayyib), kemudian mengaitkannya dengan Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini dijalankan pemerintah.
Tentu saja pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menilai bahwa orang tersebut bermaksud untuk mengajak masyarakat mengonsumsi makanan yang halal dan baik.
Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik cara penyampaian orator tersebut. Sejumlah warganet menyoroti bahwa ayat yang dikutip hanya disampaikan sebagian sehingga dinilai tidak utuh.
Menurut mereka, Surah Al-Baqarah ayat 168 tidak hanya berbunyi, "Makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik," tetapi juga dilanjutkan dengan kalimat, "dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu."
Warganet menilai ayat tersebut memiliki konteks yang utuh sehingga tidak seharusnya dipotong ketika dijadikan rujukan dalam sebuah orasi. Mereka juga mengingatkan agar penyampaian ayat suci dilakukan secara lengkap agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda di tengah masyarakat.