Jurnalis Republika dan Media Pers Lainnya Ditangkap Tentara Israel Saat Meliput di Tepi Barat, Menlu RI Desak Pembebasan Secepatnya
--
Daftar Lengkap Nama Jurnalis dan Aktivis Indonesia yang Ditahan
Pihak berwenang dan organisasi profesi pers telah mengonfirmasi nama-nama delegasi kemanusiaan asal Indonesia yang saat ini berada dalam penahanan militer Israel. Berikut adalah rincian identitas beserta asal lembaga mereka:
Baca juga: Disaksikan Presiden Prabowo! Satgas PKH Serahkan Tumpukan Uang Sitaan Rp10 Triliun
Baca juga: Dimana Nonton Film Pesta Babi? Menguak Isu Tanah Adat Papua dan Alasan di Balik Larangan Tayang
- Bambang Noroyono (Abeng): Jurnalis senior dari media nasional Kompas / Republika yang menaiki kapal utama berbendera BoraLize.
- Thoudy Badai: Jurnalis foto sekaligus tim peliputan dari Republika yang berada di dalam kapal Özgürlük.
- Rahendro Herubowo: Jurnalis media televisi nasional perwakilan dari iNews TV yang berada di kapal Özgürlük.
- Andre Prasetyo Nugroho: Jurnalis media cetak dan digital perwakilan dari TV Tempo yang juga berada di kapal Özgürlük.
- Andi Angga Prasadewa: Aktivis kemanusiaan perwakilan resmi dari lembaga Rumah Zakat yang menumpangi kapal kemanusiaan bernama Josef.
Insiden pembajakan dan penculikan ini terjadi di wilayah perairan internasional, di mana kapal-kapal sipil membawa bantuan pangan, logistik medis, serta obat-obatan bagi warga sipil di Jalur Gaza. Sebelum komunikasi terputus total, jurnalis Bambang Noroyono sempat mengirimkan rekaman video darurat (SOS video protocol).
Dalam pesannya, ia mengabarkan adanya intersepsi dari kapal perang militer Israel dan mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera melakukan intervensi diplomatik guna membebaskan seluruh rombongan sipil non-senjata tersebut.
Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) melalui juru bicara resmi menyatakan komitmen penuh negara untuk menyelamatkan kelima WNI tersebut. Kemenlu bersama jajaran pimpinan MPR dan DPR RI mengutuk keras tindakan penahanan ini dan melabelinya sebagai pelanggaran hukum laut internasional yang sangat memalukan. Saat ini, diplomasi tingkat tinggi tengah diupayakan melalui negara ketiga serta Komite Palang Merah Internasional (ICRC) untuk melacak titik koordinat penahanan dan menjamin keselamatan fisik para jurnalis tanah air.