Thursday 2nd of April 2026
×

Viral! Santri Dianiaya di Masjid Al-Markaz Makassar Diduga Dianiaya Orang Tua Teman, Polisi Masih Selidiki Kasusnya

Viral! Santri Dianiaya di Masjid Al-Markaz Makassar Diduga Dianiaya Orang Tua Teman, Polisi Masih Selidiki Kasusnya

--

Kronologi Kejadian

Kejadian itu bermula dari perselisihan kecil antar-santri, berupa saling ejek yang tampak sepele. Namun, masalah kecil ini memicu emosi orang tua salah satu santri. Dalam video yang beredar, terlihat korban mengalami penganiayaan fisik, sementara beberapa orang di sekitar hanya menonton. Menurut laporan yayasan masjid, konflik ini awalnya hanyalah masalah internal anak-anak, namun menjadi serius setelah orang tua ikut campur.

Kejadian penganiayaan itu terjadi di area parkir Masjid Al Markaz Al Islami, Bontoala, Senin (30/3) sore. Ketua Harian Yayasan Masjid Al-Markaz Al-Islami, Mustari Mustafa membenarkan kejadian tersebut. Salah satu santri lalu melapor ke orang tuanya usai saling ejek. Tak terima anaknya diejek, oknum orang tua tersebut lalu memukul santri tersebut.


Polsek Bontoala juga turun tangan untuk menyelidiki kasus ini. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari pihak korban, pelaku, dan saksi yang ada di lokasi. Mereka menekankan pentingnya penyelidikan yang objektif dan memastikan bahwa hukum tetap ditegakkan tanpa memihak.

Baca juga: Bocoran Gaji dan Tunjangan SPPI Koperasi Merah Putih 2026: Intip Take Home Pay dan Fasilitasnya

Baca juga: Profil Maureen Worth, Selebgram Asal Papua yang Tengah Viral karena Kasus Video VCS 6 Menit Bocor

Baca juga: Cindy Rizap Diduga Selingkuh Dengan Suami Mantan Penyanyi Cilik? Intip Pengakuan Ibunya yang Nggak Terima

Sampai saat ini, proses hukum masih berjalan dan belum ada keputusan resmi mengenai langkah selanjutnya terhadap orang tua yang diduga melakukan penganiayaan. Kasus ini menjadi sorotan publik bukan hanya karena aksi kekerasan, tetapi juga karena konteksnya yang terjadi di lingkungan yang seharusnya aman dan edukatif.

Banyak netizen menyoroti perlunya pendidikan emosional bagi anak-anak dan komunikasi yang lebih baik antara orang tua dan anak. Beberapa juga menekankan bahwa pengawasan ekstra diperlukan di tempat pendidikan agama agar konflik anak-anak tidak berkembang menjadi kekerasan fisik.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST