Karhutla Gunung Bromo Belum Padam Total, 4 Relawan Gugur Saat Bertugas
--
ASCOMAXX.com – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai karhutla Gunung Bromo hari ini yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terbarunya!
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ringgit dan Pusung Lingker, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga Sabtu, 17 Oktober 2026. Sejumlah titik api masih terpantau, sementara petugas gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran yang sebelumnya menelan empat korban jiwa dari kalangan petugas dan relawan.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizky Siregar menyampaikan bahwa penanganan kebakaran masih berjalan bersamaan dengan penyelidikan untuk mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut.
“Masih dalam proses pengumpulan keterangan, pendalaman lebih jauh lagi. Yang pasti, kebakaran itu sampai dengan kemarin belum tuntas,” ujar Asmida, Sabtu (17/10/2026).
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, kebakaran terjadi di kawasan Gunung Ringgit, Desa Ngadas, serta Pusung Lingker, Desa Ngadirejo. Tim Reaksi Cepat BPBD melakukan pemantauan pada Jumat, 16 Oktober 2026, untuk mengetahui perkembangan kondisi di lokasi terdampak.
Salah satu kendala utama pemadaman adalah angin kencang yang dapat membuat api kembali berkobar meskipun sebelumnya sempat mereda. Di Pusung Lingker, titik api dilaporkan kembali muncul setelah sempat padam pada pagi hari. Vegetasi berupa ilalang, rumput kering, kaliandra, akasia, dan cemara gunung turut memperbesar risiko penyebaran api.
Baca juga: Berlliana Lovell Batalkan Pekerjaan Diduga Karena Trauma Usai Alami Pelecehan Seksual
Kondisi geografis yang terjal dan sulit dijangkau juga menyulitkan petugas mendekati sejumlah titik kebakaran. Keterbatasan akses menuju lokasi membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel.
Tim gabungan yang terlibat terdiri atas BPBD Kabupaten Probolinggo, TNI melalui Koramil Sukapura, serta kepolisian. Tragedi kebakaran tersebut terjadi ketika sejumlah petugas dan relawan berupaya memadamkan api pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Berdasarkan keterangan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), angin kencang menyebabkan enam personel terjebak di tengah kobaran api. Tiga orang ditemukan meninggal di lokasi, sedangkan seorang korban lainnya meninggal setelah mendapatkan perawatan medis.
Baca juga: Dive Master Veronica Beatrix Jessica Hilang dalam Insiden KM Feronia Tenggelam di Labuan Bajo
Empat korban meninggal dunia tersebut adalah Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, Sefriel Ardiansyah, dan Hendra Rony Wagiyanata. Mereka berasal dari unsur petugas TNBTS, personel perusahaan pengelola sarana wisata, dan tenaga yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Selain korban jiwa, Munawi dan Suraji mengalami luka bakar serius dan dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.
Sebelum tragedi tersebut, api sempat berhasil dikendalikan pada Rabu, 14 Oktober 2026, sekitar pukul 11.45 WIB. Pemantauan kemudian dilakukan hingga malam hari karena petugas tidak menemukan tanda api maupun asap. Namun, sehari setelahnya, asap tebal kembali terlihat dari lokasi yang sebelumnya terbakar sehingga personel tambahan dikerahkan untuk mencegah api meluas.
Sampai kini, petugas gabungan masih memantau kawasan Gunung Ringgit dan Pusung Lingker serta melakukan penanganan sesuai kondisi lapangan. Sementara itu, kepolisian terus mengumpulkan keterangan untuk mendalami peristiwa tersebut.
Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!