Budi Arie Minta Maaf soal Video Viral Potensi Pemilu Dipercepat Sebelum 2029, Budi Arie Mengaku Siap Tanggung Konsekuensi
--
ASCOMAXX.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Relawan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik pada Rabu, 26 Agustus 2026. Langkah klarifikasi ini diambil menyusul ramainya perbincangan di berbagai platform media sosial terkait potongan rekaman video pernyataannya dalam sebuah forum pertemuan internal di Jakarta.
Potongan video berdurasi 1 menit 47 detik tersebut mendadak viral karena memuat pandangan politik yang memicu spekulasi liar dan multitafsir di tengah masyarakat.
Baca juga: Update Info Demo Hari Ini di DPR dan Monas: Hindari Jalur Ini untuk Cegah Macet Total
Baca juga: Kebakaran Pabrik Tekstil PT Mahatex di Kediri Sebabkan Kerugian Hingga Rp500 Juta!
Dalam potongan video yang beredar luas, Budi Arie terlihat sedang menyampaikan sebuah gagasan politik di hadapan para simpatisan dan sukarelawan. Sorotan publik menajam lantaran dalam video tersebut, Budi Arie duduk tepat bersebelahan dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.
Budi Arie melontarkan kalimat kontroversial mengenai insting politiknya yang membaca adanya kemungkinan dinamika politik nasional bergerak lebih cepat, bahkan sebelum agenda Pemilu legislatif dan presiden yang dijadwalkan pada tahun 2029 mendatang.
Isi Klarifikasi dan Tiga Poin Pernyataan Budi Arie
Menyadari kegaduhan yang ditimbulkan dari ucapan tersebut, mantan Menteri Koperasi ini langsung merilis video klarifikasi resmi guna meluruskan isi pembicaraan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berlarut-larut. Budi Arie menyampaikan permohonan maaf secara tulus kepada seluruh pihak yang merasa kurang berkenan atau tidak nyaman atas mencuatnya spekulasi politik tersebut. Ada tiga poin utama yang ditegaskan oleh Ketua Umum Projo dalam video klarifikasinya: