Profil Donny Ermawan Taufanto, Wamenhan yang Kini jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia
--
ASCOMAXX.com - Baru, pemerintah menetapkan Marsekal Purnawirawan Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia yang dimana menuai kontroversi dan telah menarik perhatian publik.
Donny lebih dikenal sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) yang mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Kini, ia dipercayakan untuk memimpin lembaga pendidikan baru yang diproyeksikan menjadi pusat penghasil pemimpin nasional masa depan.
Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas JFC 2026 Waspada Kemacetan, Hindari Beberapa Lokasi Ini!
Pengangkatan ini telah memicu rasa ingin tahu publik tentang Donny Ermawan. Banyak yang bertanya siapa dia, bagaimana perjalanan kariernya membawanya ke posisi strategis ini, dan mengapa pemerintah memilih tokoh dengan latar belakang militer untuk memimpin universitas yang akan fokus pada pengembangan sumber daya manusia untuk aparatur negara.
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026. Pada saat yang sama, Presiden juga melantik Profesor Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI.
Profil Donny Ermawan Taufanto
Donny Ermawan Taufanto adalah seorang Marsekal Udara purnawirawan Angkatan Udara Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan dan Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).
Berikut profil singkatnya:
- Nama lengkap: Marsekal Udara purnawirawan Donny Ermawan Taufanto
- Tempat dan tanggal lahir: Surakarta, 12 Desember 1965
- Jabatan saat ini: Wakil Menteri Pertahanan dan Gubernur Universitas Republik Indonesia
- Latar belakang: Perwira Angkatan Udara
- Prestasi: Lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara (AAU) angkatan 1988 dan penerima Adhi Makayasa (Academy Award)
Pendidikan terakhir: Magister Studi Pembangunan, Institut Teknologi Bandung (ITB)
Pelantikan Donny sebagai Gubernur URI tidak mengharuskannya untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Pertahanan.
Setelah pelantikannya, ia menegaskan bahwa ia akan terus menjalankan kedua tugas tersebut, dengan menyebutkan keterkaitan antara program pendidikan URI dan pengembangan pertahanan nasional serta wawasan nasional, yang merupakan bagian dari mandat Kementerian Pertahanan.