Ketua BGN Nanik S Deyang Lakukan Efisiensi Anggaran, Tata Kelola Baru MBG Disiapkan!
--
Untuk memperluas cakupan layanan, BGN sedang menyiapkan beberapa skema implementasi MBG yang lebih adaptif untuk daerah 3T.
Pendekatan yang diadopsi tidak hanya terbatas pada pembangunan fasilitas baru tetapi juga pada optimalisasi fasilitas yang ada, seperti kantin sekolah, dapur umum, dan fasilitas komunitas yang memenuhi persyaratan operasional program.
Peluang Kolaborasi Antara BUMN dan Sektor Swasta
BGN juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BUMN, sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yayasan, dan entitas lain yang tertarik untuk mendukung perluasan layanan BGN di daerah yang kurang terlayani.
Pada kesempatan yang sama, Nanik menekankan bahwa kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama dalam proses konsolidasi BGN saat ini.
“Kami ingin memastikan setiap dapur menghasilkan makanan yang aman, sehat, dan bergizi. Karena itu, pembenahan standar operasional, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan pengawasan menjadi agenda utama kami,” ujarnya.
Sementara itu, Agustina Arumsari, Wakil Direktur BGN, menyatakan bahwa penguatan tata kelola akan dicapai melalui peningkatan sistem pengendalian internal, integrasi data, validasi informasi, dan pengembangan sistem yang lebih terstruktur dan terukur.
Menurutnya, tata kelola yang baik harus dibangun melalui sistem yang kuat sehingga pelaksanaan program dapat dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan berkelanjutan.
“Kami akan memperkuat integrasi data dan sistem informasi agar setiap kebijakan dapat didukung oleh data yang valid. Selain itu, berbagai rekomendasi dari lembaga pengawas akan menjadi bagian dari upaya penyempurnaan tata kelola yang sedang kami lakukan,” katanya.
Untuk menyempurnakan target program, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BGN) juga memperkuat intervensi untuk Kelompok 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia dini—sebagai kelompok strategis, dalam upaya mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.