Kronologi Kasus Sitok Srengenge yang Kembali Mencuat, Inilah Fakta Sebenarnya!
--
Berdasarkan hasil presentasi kasus, penyidik menilai bahwa unsur subjektif dan objektif untuk mengidentifikasi tersangka telah terpenuhi dan membuka kemungkinan penahanan preventif. Polisi juga menyatakan bahwa mereka akan segera mengeluarkan surat panggilan resmi untuk Sitok sebagai tersangka.
Baca juga: X World: Update Kode Redeem Terbaru 2026, Dapat Build & Token Gratis Jangan Sampai Kehabisan Hadiah!
Baca juga: Siapa Pria Inisial D? Konten Denny Sumargo Viral, Netizen Ramai Berspekulasi
"Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan 11 saksi, akhirnya polisi menemukan bukti permulaan yang cukup, dan telah ditetapkan saudara SS sebagai tersangka,," kata Komisaris Senior Heru, dikutip oleh Antara (6 Oktober 2014).
Seiring berjalannya kasus, berkas-berkas tersebut dialihkan ke Kejaksaan Agung Jakarta (Kejati). Sitok didakwa. kara kepada penyidik Polda Metro Jaya karena dinilai belum lengkap (P-19).
Berkas tersebut dikembalikan kembali pada Agustus 2015, namun untuk kedua kalinya dikembalikan lagi dengan alasan yang sama. Hingga tahun 2016, berkas perkara tercatat telah bolak-balik antara kepolisian dan kejaksaan hingga tiga sampai empat kali, tanpa kejelasan kapan perkara dinyatakan lengkap (P-21).
Lambannya penanganan perkara memicu reaksi dari kalangan mahasiswa UI. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Adili Sitok menggelar aksi dan mendesak Kejati DKI Jakarta segera merampungkan kasus-kasus yang dinilai telah manngkrak selama lebih dari dua tahun.
Kuasa hukum korban, Iwan Pangka, menilai proses bolak-balik berkas ini sangat merugikan korban, baik secara moral, sosial, maupun kepastian hukum, terutama karena kasus tersebut juga berdampak pada masa depan korban dan anaknya.
Sosok Sitok Srengenge
Baca juga: X World: Update Kode Redeem Terbaru 2026, Dapat Build & Token Gratis Jangan Sampai Kehabisan Hadiah!
Sitok Srengenge lahir di Demak pada 22 Agustus 1965, dengan nama asli Sunarto. Ia adalah seorang penyair, novelis, dan penulis esai, dengan karya-karyanya diterbitkan di berbagai media nasional dan internasional, termasuk di Amerika Serikat, Belanda, dan Australia.
Beberapa puisinya telah digubah menjadi musik oleh Ubiet dan dibawakan oleh Hedi Yunus. Ketertarikan Sitok pada seni dimulai sejak masa remajanya, ketika ia mulai belajar teater di SD Negeri Dempet di Demak dan di SMA Negeri Semarang No. 1. Setelah lulus SMA pada tahun 1985, ia pindah ke Jakarta dan aktif di komunitas Taman Ismail Marzuki (TIM).
Karena kesulitan keuangan untuk kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Sitok memilih untuk mendapatkan pengalaman dengan magang di kelompok teater yang dipimpin oleh tokoh-tokoh terkemuka seperti Arifin C. Noer, Putu Wijaya, Teguh Karya, dan W.S. Rendra.