Monday 19th of October 2026
×

HEBOH! Kepsek MI di Lamongan Diduga Dianiaya Oknum Anggota TNI, Ternyata Wali Muridnya Sendiri

HEBOH! Kepsek MI di Lamongan Diduga Dianiaya Oknum Anggota TNI, Ternyata Wali Muridnya Sendiri

--

ASCOMAXX.com – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai kasus penganiayaan kepsek MI di Lamongan yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terbarunya!

Seorang kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh wali murid yang disebut-sebut merupakan anggota TNI. Insiden tersebut menyebabkan korban mengalami luka di bagian wajah dan diduga mengalami keretakan pada hidung.


Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (17/10/2026) itu bermula dari persoalan kedisiplinan siswa terkait penggunaan sepatu dan kaus kaki. Korban berinisial MR disebut menegur seorang siswa yang tidak mengenakan perlengkapan sekolah sesuai aturan. Siswa tersebut kemudian diminta pulang untuk mengambil kaus kaki.

Baca juga: Duka yang Mendalam, Ayah Bharatu Valdo Bagikan Kisah Menyentuh Tentang Putranya Sebagai Penopang Hidup Keluarga

Anggota Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) PCNU Lamongan, Nur Afid Santoso, menjelaskan bahwa kesalahpahaman ketika siswa menyampaikan kejadian tersebut kepada orang tuanya diduga menjadi pemicu kedatangan wali murid ke sekolah. Wali murid berinisial MS itu kemudian diduga melakukan pemukulan terhadap kepala sekolah.

"Setiap pagi pihak sekolah mengecek kedisiplinan siswa. Salah satu siswa, yang kebetulan anak pelaku, diminta pulang untuk mengambil kaos kaki. Namun, ada kesalahpahaman saat anak tersebut menyampaikan ke orang tuanya hingga pelaku mendatangi sekolah dan terjadi pemukulan," kata Nur Afid.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada wajah, termasuk memar di sekitar mata. Berdasarkan informasi yang disampaikan pendamping hukum, korban juga mengalami pendarahan dan diduga mengalami keretakan pada hidung.

Baca juga: Jadwal Rilis iPhone Duo di Indonesia, Intip Spesifikasi Gacor dengan Kamera dan Keamanan Super Canggih

Sejumlah guru yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama, sementara warga turut membantu meredakan keributan. Nur Afid menyebutkan bahwa korban telah menjalani pemeriksaan medis, termasuk CT scan, untuk mengetahui kondisi luka yang dialaminya.

Namun, proses pengumpulan bukti medis masih berlangsung untuk mendukung penanganan perkara tersebut.

"Kalau dikatakan dianiaya, ya seperti itu, karena dari hasil pemeriksaan CT scan memang ada luka memar di bagian dekat mata. Untuk visum resmi saat ini masih dalam proses penyelidikan," tambah Nur Afid.

Setelah upaya penyelesaian melalui mediasi di balai desa belum menghasilkan kesepakatan, korban memutuskan menempuh jalur hukum. Dengan pendampingan tim bantuan hukum PCNU Lamongan, laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut disampaikan ke Subdenpom TNI Lamongan pada Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Baca juga: Cara Mengatasi Bansos 2026 Tidak Cair atau Gagal Verifikasi, Solusi Termudah Bagi Penerima

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan bahwa pihak kepolisian turut membantu korban mendatangi kantor Subdenpom untuk menyampaikan laporan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam proses pelaporan.

"Nggeh mas benar, sebagai bentuk pelayanan kami ketika masyarakat meminta bantuan jadi kami ikut membantu mengantar korban membuat laporan ke Kantor Subdenpom TNI Lamongan," ujar Hamzaid saat dikonfirmasi.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST