Friday 16th of October 2026
×

VIRAL! ABG Asal Tasik Ditemukan di Apartemen PIK 2, Diduga Korban Pengantin Pesanan WN China

VIRAL! ABG Asal Tasik Ditemukan di Apartemen PIK 2, Diduga Korban Pengantin Pesanan WN China

--

ASCOMAXX.com – Kepolisian Resor Tasikmalaya, Jawa Barat, meringkus oknum yang mengurung seorang siswi SMK berusia 16 tahun yang diduga menjadi korban praktik pengantin pesanan oleh warga negara asing (WNA) yang berasal dari China di Tangerang, Banten.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi pada konferensi pers di Tasikmalaya, Kamis, mengatakan kasus tersebut sedang diselidiki sebagai dugaan tindak pidana kekerasan seksual dengan modus pengantin pesanan.


"Yang bersangkutan ini menjadi korban dugaan tindak pidana yang saya katakan saat ini menurut Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) yang ini adalah pengantin pesanan," ujarnya.

Baca juga: Kemendikdasmen Kirim 10.000 Guru STEM ke Luar Negeri Guna Mempersiapkan Penerapan Kurikulum Baru Berbasis Deep Learning pada Tahun 2027

Ade menjelaskan korban adalah warga Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, yang dilaporkan hilang sejak 2 Oktober 2026. Keluarga korban sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun tidak berhasil menemukan keberadaannya sehingga melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Usai menerima laporan, polisi melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan Mabes Polri sampai berhasil menemukan korban di sebuah apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, Minggu (11/10).

"Tim bergerak cepat, kemudian berhasil mengamankan korban atau yang mana anak yang sudah hilang, setelah di sana kita amanin," ujar Ade.



"Tujuan korban berada di Apartemen Tokyo PIK 2 adalah untuk tinggal sementara sambil menunggu kedatangan Mr XM alias MJ dari Tiongkok. Kedatangan pelaku bermaksud menindaklanjuti status hubungan mereka," jelas Ade.

Baca juga: Heboh Netizen Berburu Link Download Skandal Kenshusei Celana Biru Kenali Fakta Mengejutkan Di Balik Layar Yang Sebenarnya

Pada Desember 2025, pelaku yang menggunakan akun pribadi mulai menyapa serta mendekati korban melalui fitur chatting. Hubungan berlanjut dari pertemanan daring hingga pelaku membujuk korban guna menjadi kekasihnya secara online. Selama interaksi tersebut, pelaku secara bertahap memfasilitasi kebutuhan finansial korban untuk memuluskan rencananya memboyong korban keluar dari daerah asalnya.

"Kami menemukan jejak aliran transaksi keuangan dari Mr XM alias MJ yang digunakan oleh korban untuk membiayai perjalanan dari Tasikmalaya hingga sampai ke lokasi penemuan di PIK 2," ungkap Ade.

Bahaya pedofilia sangat fatal karena membawa dampak kerusakan fisik dan psikologis yang mendalam dan sering kali bersifat jangka panjang bagi anak-anak yang menjadi korbannya.

Pedofilia sendiri merupakan gangguan psikologis (parafilia) di mana seorang dewasa memiliki keterikatan atau hasrat seksual yang intens kepada anak-anak usia pra-remaja (biasanya di bawah 13 atau 14 tahun).

Himbauan resmi dan langkah strategis untuk mencegah bahaya pedofilia (kekerasan serta eksploitasi seksual pada anak) ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari orang tua, pihak sekolah, hingga lingkungan digital.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST